Surabaya, JatimInsight.Id – Sumber energi hijau telah menjadi kebutuhan inovasi dalam menciptakan kehidupan yang berkelanjutan untuk masa depan. Mendukung hal tersebut, Guru Besar ke-237 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Doty Dewi Risanti menghadirkan solusi energi ramah lingkungan dari limbah aluminium menjadi listrik.
Guru besar dari Departemen Teknik Fisika ITS tersebut mengungkapkan bahwa saat ini sumber energi konvensional telah banyak memberikan kerugian ekologis. Di sisi lain, ketergantungan pada bahan baku primer juga menyebabkan deplesi dan menghasilkan limbah industri yang masif dengan proses daur ulang yang belum maksimal.
“Daur ulang yang tidak optimal menyebabkan penurunan kualitas material yang seharusnya dapat dikelola dengan lebih efektif,” jelasnya dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai profesor.
Berangkat dari hal tersebut, dengan menggunakan proses fisika-metalurgi, Doty memanfaatkan limbah aluminium menjadi gas hidrogen untuk menghasilkan listrik dengan lebih efektif dan efisien. Perempuan kelahiran 1974 tersebut menawarkan alternatif energi yang mampu mendukung siklus energi tertutup dengan prinsip ekonomi sirkular. “Hal ini dapat memastikan bahwa penggunaan ulang material tidak menurunkan kualitas dan bahkan mampu menaikkan tingkat kualitasnya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, aluminium spesifik dipilih sebagai bahan baku dikarenakan potensi yang dimilikinya sebagai sumber energi. Material ini memiliki kerapatan energi volumetrik tinggi, ketersediaan melimpah di skala global, serta dapat didaur ulang secara kontinyu. Menurut Doty, Indonesia memiliki potensi untuk bertransformasi dari sistem daur ulang berbasis peleburan sederhana ke proses daur ulang sirkular maju dengan memanfaatkan tramp element dari logam yang hendak dilebur.
Proses peleburan sederhana mengakibatkan tidak semua limbah terproses. Sebagai alternatif, limbah yang tidak terproses dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Lulusan doktoral dari RWTH Aachen University, Jerman tersebut menjelaskan bahwa prinsip utama yang digunakan dalam proses ini adalah reaksi antara aluminium dan air untuk menghasilkan gas hidrogen. Namun, kendalanya terletak pada lapisan natural oksida pasif alumina yang perlu dibuka untuk dapat melepaskan energi.(rda)

