Capaian KB Surabaya Telah Penuhi Target

Surabaya, JatimInsight.Id– Pemkot Surabaya terus memperkuat edukasi keluarga berencana (KB), terutama untuk mendorong penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang. Meski capaian program KB telah memenuhi target pemerintah pusat, upaya menjangkau pasangan usia subur dan meningkatkan pemahaman masyarakat masih menjadi perhatian.

Penguatan program tersebut menjadi salah satu aspek yang dilihat dalam penilaian awal oleh perwakilan The Challenge Initiative (TCI) Global Hub di Puskesmas Pacarkeling, Surabaya, Kamis (29/10). Penilaian ini bertujuan memetakan kondisi layanan, mengidentifikasi tantangan, serta melihat kebutuhan pengembangan program KB di Surabaya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya Ida Widayati mengatakan, capaian program KB di Surabaya telah mencapai 100 persen dari target yang ditetapkan pemerintah pusat. Meski demikian, masih ada pasangan usia subur yang perlu dijangkau agar dapat merencanakan kehamilan dengan lebih baik.

“Capaian KB kita sudah memenuhi target, tetapi masih ada pasangan usia subur yang perlu kita jangkau. Karena itu, edukasi harus terus diperkuat, terutama mengenai penggunaan kontrasepsi jangka panjang,” kata Ida.

Menurut dia, perencanaan keluarga tidak hanya berkaitan dengan pengaturan jarak kehamilan, tetapi juga kesiapan ekonomi dan pola pengasuhan anak. Karena itu, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang memadai mengenai pilihan kontrasepsi, termasuk metode jangka panjang seperti alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dan implan.

Sementara itu, Senior Program Manager TCI Global Hub Kate Graham mengatakan, pihaknya melihat Surabaya memiliki komitmen dan antusiasme yang baik dalam mengembangkan layanan kesehatan bagi perempuan dan keluarga. Menurut dia, keterlibatan pemerintah daerah serta kesediaan untuk mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan layanan merupakan aspek penting dalam menilai kesiapan sebuah kota.

“Kami melihat Pemerintah Kota Surabaya sangat antusias dan menunjukkan komitmen yang kuat. Pemerintah kota juga terlibat dalam proses untuk mengidentifikasi tantangan dan merancang pengembangan program. Kepemimpinan serta rasa memiliki dari pemerintah daerah menjadi hal penting bagi kami ketika menilai kesiapan sebuah kota,” ujar Kate.

Ia menjelaskan, TCI merupakan inisiatif yang mendukung pemerintah daerah di berbagai kota di Afrika dan Asia untuk memperluas program kesehatan yang dipimpin oleh pemerintah setempat. Dukungan TCI dapat mencakup advokasi, bantuan teknis, pendampingan, serta peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan di masyarakat.

Di Indonesia, program The Challenge Initiative (TCI) diimplementasikan oleh Yayasan Jalin Komunikasi Indonesia untuk mendukung penguatan program kesehatan, khususnya layanan keluarga berencana, melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah.(rda)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *