Ubaya Salurkan Beasiswa kepada 4.067 Mahasiswa pada Peringatan Sumpah Pemuda

Surabaya, JatimInsight.Id –  Universitas Surabaya (Ubaya) menyalurkan beasiswa kepada 4.067 mahasiswa dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026. Pemberian beasiswa tersebut menjadi bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung akses pendidikan sekaligus mendorong pengembangan potensi generasi muda.

Penyerahan beasiswa dilakukan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kampus Ubaya Tenggilis, Rabu (28/10). Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelantikan pengurus organisasi mahasiswa (ormawa) serta defile mahasiswa berprestasi yang telah mengharumkan nama kampus di tingkat nasional maupun internasional.

Rektor Ubaya Dr. Benny Lianto mengatakan, momentum Sumpah Pemuda harus menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus meningkatkan kualitas diri, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter dan kepedulian sosial.

Saat membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Benny menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup hanya mengandalkan perkembangan teknologi dan pembangunan infrastruktur. Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang memiliki karakter luhur juga menjadi faktor penting.

Menurut dia, generasi muda perlu memiliki sikap patriotik, gigih, dan berempati agar kemajuan yang dicapai tetap berlandaskan nilai kemanusiaan.

“Karena itu, kita harus membentuk generasi masa depan yang patriotik, gigih, dan berempati. Sebab, patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya,” tegasnya.

Dari total 4.067 penerima beasiswa, sebanyak 3.499 mahasiswa mendapatkan dukungan pendanaan sepenuhnya dari Ubaya. Sementara itu, 458 mahasiswa menerima beasiswa dari pemerintah dan 110 mahasiswa lainnya memperoleh beasiswa melalui partisipasi masyarakat.

Selain memberikan dukungan pembiayaan pendidikan, Ubaya juga mengukuhkan 238 mahasiswa sebagai pengurus organisasi mahasiswa. Pelantikan tersebut diwakili oleh ketua masing-masing organisasi dan dilakukan langsung oleh Rektor Ubaya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan defile mahasiswa berprestasi. Puluhan mahasiswa dari berbagai bidang memperkenalkan capaian mereka dalam kompetisi nasional maupun internasional, mulai dari penelitian, sains, debat, penulisan esai, olahraga, seni, hingga fotografi dan videografi.

Benny menyampaikan bahwa prestasi mahasiswa tidak semata-mata diukur dari nilai akademik maupun banyaknya penghargaan yang diperoleh. Lebih dari itu, capaian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Bagi sivitas akademika Ubaya yang senantiasa menjunjung tinggi kualitas dan kepedulian, Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa IPK tinggi dan deretan piagam penghargaan kokurikuler merupakan alat, bukan tujuan akhir. Tujuan akhirnya adalah bagaimana setiap torehan prestasi tersebut mampu menerangi jalan dan berdampak bagi kemajuan masyarakat luas,” paparnya.

Untuk memperkuat pesan persatuan dalam keberagaman, seluruh sivitas akademika yang mengikuti upacara mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Peringatan tersebut kemudian ditutup dengan kegiatan Ubaya Fashion Culture (UFC), berupa peragaan busana daerah yang dibawakan mahasiswa perwakilan setiap fakultas.

Melalui berbagai rangkaian kegiatan tersebut, Ubaya berupaya menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai momentum untuk memperkuat karakter, mengapresiasi prestasi, serta menanamkan nilai multikulturalisme dan persatuan di lingkungan kampus. ji5/pah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *