Surabaya, JatimInsight.Id– Jawa Timur kembali menegaskan posisinya sebagai barometer pendidikan vokasi nasional. Kontingen Jatim sukses mempertahankan gelar juara umum pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) Nasional 2026.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi kuat antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI) dalam membangun pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Anak-anak SMK negeri maupun swasta di Jawa Timur telah membuktikan kepada Indonesia bahwa mereka adalah generasi yang hebat dan luar biasa. Prestasi ini menjadi modal besar untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun global,” ujar Khofifah di Grahadi, Minggu (2/8).
Khofifah menambahkan, keberhasilan pendidikan vokasi di Jawa Timur juga tercermin dari tingginya tingkat penyerapan lulusan SMK di dunia kerja. Bahkan, berdasarkan data ketenagakerjaan, tingkat pengangguran lulusan SMK di Jawa Timur lebih rendah dibandingkan lulusan strata satu (S1).
Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari kurikulum yang telah terintegrasi dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja, sehingga lulusan memiliki tingkat employability yang tinggi. “Kolaborasi dengan dunia industri sudah berjalan sangat baik. Karena itu lulusan SMK Jawa Timur lebih cepat terserap di dunia kerja,” tegasnya.
Selain itu, Jawa Timur juga mencatat prestasi membanggakan dengan memberangkatkan sebanyak 4.919 lulusan SMK untuk bekerja maupun magang di 13 negara. Jumlah ini menjadi yang terbesar secara nasional.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa kontingen Jawa Timur pada LKS Dikmen Nasional 2026 diperkuat oleh 45 peserta terbaik yang didampingi 38 guru pembimbing.
Dalam ajang tersebut, kontingen Jawa Timur berhasil meraih 18 medali emas, satu medali emas tambahan pada nomor ekshibisi Artificial Intelligence, tujuh medali perak, lima medali perunggu, serta tujuh Medallion for Excellence. “Seluruh peserta kontingen Jawa Timur mendapatkan penghargaan. Ini menunjukkan kompetensi mereka telah memenuhi standar industri,” pungkasnya.(rda)

