JATIMINSIGHT.ID – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai daerah di Jawa Timur dijadwalkan akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Kota Surabaya pada Rabu, 20 Mei 2026. Massa yang tergabung dalam Aliansi Geranat’s (Gerakan Rakyat Transportasi Online) Jawa Timur ini turun ke jalan demi menyuarakan tuntutan kesejahteraan hingga kepastian hukum.
Aksi ini dipicu oleh keresahan para driver yang menilai bahwa hingga saat ini belum ada perlindungan hukum yang jelas dan tegas dari pemerintah terkait profesi mereka.
“Kami ingin pemerintah benar-benar hadir untuk memberikan kepastian hukum bagi driver online. Selama ini kami bekerja di lapangan, tetapi regulasi yang melindungi masih belum jelas,” ujar Pj Geranat’s Jatim, Achmad Tito, Selasa (19/5/2026).
Membawa 4 Tuntutan Nasional dan Isu Lokal
Dipimpin oleh Achmad Tito bersama Puji Waluyo, Aliansi Geranat’s Jatim telah merumuskan sejumlah poin penting yang akan disampaikan dalam aksi besok. Tuntutan tersebut terbagi menjadi dua klaster besar:
1. Tuntutan Nasional
Kenaikan tarif penumpang untuk kendaraan roda dua (R2).
Aturan dan regulasi resmi pengantaran barang dan makanan bagi R2 dan roda empat (R4).
Penyesuaian tarif bersih untuk layanan roda empat (R4).
Mendesak pemerintah pusat untuk segera menerbitkan Undang-Undang Transportasi Online Indonesia.
2. Tuntutan Lokal (Jawa Timur)
Menolak eksploitasi driver online di wilayah zona merah.
Mengevaluasi berbagai program berbayar yang diterapkan oleh pihak aplikator.
Meminta pelibatan komunitas driver secara aktif dalam penyusunan regulasi transportasi online di Jawa Timur.
Mendesak agar biaya parkir driver ditanggung oleh aplikator atau penumpang saat berada di lokasi yang memiliki petugas parkir resmi.
“Kami berharap ada perubahan nyata, bukan sekadar janji. Kesejahteraan driver harus menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak aplikator,” tegas Puji Waluyo.
Aliansi DOBRAK Jatim Memilih Absen
Meski diperkirakan akan diikuti oleh ribuan massa, aksi demonstrasi ini dipastikan tidak melibatkan seluruh elemen ojol di Jawa Timur. Aliansi Driver Online Bubarkan Aplikator Nakal (DOBRAK) Jatim secara resmi menyatakan tidak akan ikut turun ke jalan.
Humas DOBRAK Jatim, Samuel Grandy, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena adanya perbedaan arah dan strategi perjuangan dengan kelompok penggerak aksi.
“Kami memang punya visi dan misi sendiri, sehingga untuk aksi tanggal 20 Mei kami memilih tidak ikut turun bersama teman-teman Geranat’s,” ungkap Samuel.
Kendati memilih fokus pada strategi perjuangan internal, DOBRAK menegaskan bahwa mereka tetap mengawal isu kesejahteraan dan tarif driver. Samuel berharap, baik pemerintah daerah maupun aplikator bisa membuka ruang komunikasi yang lebih efektif dan inklusif dengan seluruh komunitas pengemudi online di Jawa Timur ke depannya. (OKZ)

