Surabaya, JatimInsight.Id– Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surabaya terus berkomitmen mengembangkan Kebun Raya Mangrove (KRM). Kawasan konservasi ini tidak hanya disiapkan sebagai tempat wisata, tetapi juga didorong menjadi laboratorium edukasi berbasis living lab yang ramah bagi pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Kepala Brida Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji, mengungkapkan bahwa salah satu fokus pengembangan KRM adalah menghadirkan model mini energi baru terbarukan (green energy) sebagai sarana edukasi interaktif.
“Karena kawasan ini adalah area konservasi dan lindung yang mengutamakan lingkungan, maka energi terbarukan merupakan bentuk nyata yang harus kita wujudkan. Kita buat model mininya di sini agar anak-anak SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa bisa belajar dan melihat langsung,” ujar Agus, Rabu (22/7).
Dalam perencanaannya, Brida mengembangkan tiga bentuk energi terbarukan yang dapat dipelajari secara langsung oleh pengunjung. Pertama adalah Panel Surya dengan memanfaatkan potensi sinar matahari. Kedua merupakan inovasi Terangin yang lahir dari Inovboyo tahun 2025, terobosan ini mengolah hembusan angin kawasan pesisir menjadi daya listrik.
Sementara itu, inovasi ketiga adalah Pirolisis yang mengubah limbah plastik menjadi sumber energi alternatif. Energi yang dihasilkan bisa berupa listrik ataupun bahan bakar untuk kendaraan bermotor.
Sementara itu, Supporting Pengolahan Pirolisis di KRM Edy Hartono menjelaskan bahwa metode pirolisis memproses sampah plastik dan biomassa (daun serta ranting kering) menjadi tiga komponen utama: gas, bahan bakar cair, dan padat.
“Fokus utama kita di sini adalah mengolah sampah plastik menjadi gas dan bahan bakar cair. Gas tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan energi listrik. Jadi, plastik yang tadinya mengganggu lingkungan dikonversi menjadi energi bermanfaat,” terang Edy.
Selain memproses sampah plastik, limbah biomassa seperti ranting dan daun kering yang selama ini hanya ditumpuk juga akan diolah melalui proses serupa. Menurut Edy, penerapan teknologi pirolisis di KRM menawarkan solusi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) skala kecil yang murah, mudah, dan dapat direplikasi di berbagai TPS 3R di Surabaya. Kendati demikian, keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada peran aktif masyarakat.(rda)

