Lumajang, JatimInsight.Id – Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Rabu (8/10) pagi, memuntahkan abu setinggi 700 meter di atas puncak gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa letusan terjadi pukul 08.20 WIB, dengan kolom abu membumbung hingga ketinggian sekitar 4.376 meter di atas permukaan laut. Asap berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal terpantau mengarah ke barat daya.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 139 detik,” ungkap Mukdas dalam keterangan resminya, Rabu (8/10).

Sepanjang hari ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru tercatat cukup tinggi, dengan delapan kali letusan yang terjadi sejak pukul 00.21 hingga 08.20 WIB. Ketinggian letusan bervariasi antara 300 hingga 700 meter di atas puncak.
Meski aktivitas meningkat, status Gunung Semeru masih berada pada Level II atau Waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pun kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara, terutama sepanjang aliran Besuk Kobokan, dalam radius 8 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi meluasnya aliran awan panas dan lahar bisa mencapai 13 kilometer dari kawah.
“Radius tiga kilometer dari kawah juga harus steril dari aktivitas warga, karena rawan terkena lontaran material pijar,” tambah Mukdas.
PVMBG juga mengingatkan adanya potensi awan panas guguran, aliran lava, dan lahar hujan yang bisa mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di Semeru. Warga di sekitar Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungainya, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Pihak berwenang terus memantau perkembangan aktivitas gunung tertinggi di Pulau Jawa ini, dan masyarakat diminta tetap mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat. JI5

