Cegah Pasar Tumpah, Sediakan 2.700 Stan Kosong

Surabaya, JatimInsight.Id – Pemkot Surabaya menyiapkan sekitar 2.700 stan kosong di pasar milik PT Pasar Surya Perseroda untuk menampung pedagang pasar tumpah maupun pedagang kaki lima (PKL) yang ditata. Fasilitas tersebut diberikan tanpa biaya sewa sebagai bagian dari kebijakan penataan yang mengedepankan solusi agar para pedagang tetap dapat menjalankan usahanya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya Vykka Anggradevi Kusuma mengatakan, penataan PKL maupun pedagang pasar tumpah selalu diawali dengan sosialisasi sebelum dilakukan penertiban.

“Penertiban PKL ataupun pasar tumpah, pasti sebelumnya jauh-jauh hari pemangku wilayah, Pak Camat terutama, pasti akan melakukan sosialisasi. Jadi tidak mungkin serta-merta kemudian Satpol PP turun langsung penertiban itu enggak,” ujar Vykka, Minggu (12/7).

Berdasarkan data BPSDA Kota Surabaya, terdapat sekitar 2.200 pedagang pasar tumpah ber-KTP Surabaya dan sekitar 500 pedagang ber-KTP luar Surabaya. Vykka mengatakan, jumlah stan kosong yang tersedia masih mencukupi untuk menampung para pedagang tersebut.

Selain stan di pasar, Pemkot Surabaya juga menyiapkan sekitar 570 stan di Sentra Wisata Kuliner (SWK) yang dapat dimanfaatkan oleh PKL maupun pedagang pasar tumpah. “Kemudian yang SWK itu ada sekitar 570 sekian yang bisa dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima maupun pedagang pasar tumpah,” imbuhnya.

Di sisi lain, Vykka menegaskan Pemkot Surabaya akan menindak praktik penyalahgunaan stan pasar, termasuk apabila diperjualbelikan atau tidak digunakan sebagaimana mestinya oleh pemegang hak. “Ada contoh kasus di Pasar Tembok Dukuh. Itu kami tindak tegas, memang ada hal seperti itu di lapangan. Jadi memang dia memiliki stan di sana, tapi sehari-harinya tidak berjualan, sesuai perjanjian memang harus dicabut,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pasar Surya Perseroda Surabaya, Agus Priyo mengatakan, sebanyak 2.700 stan kosong tersebut tersebar di seluruh pasar yang dikelola Pasar Surya. Meski demikian, ia mengakui proses relokasi tidak selalu mudah karena sebagian pedagang memilih tetap berjualan di lokasi yang telah memiliki pelanggan.(rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *