Surabaya, JatimInsight.Id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya menjelaskan mekanisme penilaian jalur prestasi dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SMP Negeri (SMPN). Pada tahun ini, jalur prestasi mendapat kuota sebesar 35 persen yang dibagi menjadi tiga subjalur, yakni prestasi akademik, perlombaan dan pertandingan, serta penghafal kitab suci.
Kepala Dispendik Kota Surabaya Febrina Kusumawati mengatakan, penilaian pada jalur prestasi non-akademik dibedakan antara kompetisi berjenjang yang diselenggarakan pemerintah dengan open tournament. “Jalur prestasi yang non-akademik kita ada open tournament, sama berjenjang,” kata Febri, Kamis (21/5).
Ia menjelaskan, kompetisi berjenjang yang digelar pemerintah pusat maupun daerah, akan memberikan poin lebih besar dibandingkan turnamen terbuka. Sebab, peserta harus melalui tahapan seleksi mulai tingkat kota, provinsi hingga nasional.
“Jenjang itu mulai dari tingkat kecamatan, terbaiknya naik ke kota. Terus dari kota terbaik, masuk di provinsi, ternyata provinsi jadi yang terbaik lagi masuk di nasional. Itu poinnya jauh lebih besar daripada yang Open Tournament,” paparnya.
Febri menuturkan, jalur prestasi SPMB SMPN Surabaya terdiri atas tiga subjalur dengan kuota berbeda. Jalur prestasi akademik mendapat porsi terbesar, disusul jalur perlombaan dan pertandingan, serta penghafal kitab suci.
“Jadi ada tiga sub-jalur di situ. Nilai prestasi akademik, 20 persen dari 35 persen. Terus jalur perlombaan dan pertandingan 12 persen, dan penghafal kitab suci 3 persen,” katanya.
Khusus jalur prestasi akademik, Dispendik Surabaya menerapkan skema baru dengan menggabungkan nilai rapor dan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Jika sebelumnya penilaian hanya mengacu pada nilai rapor, kini hasil TKA juga menjadi komponen penilaian.
“Nah, di sini untuk yang baru kalau nilai prestasi dulu ada di kuota 20 persen itu langsung nilai akademik rapor. Saat ini nilai itu akan kita combine dengan hasil TKA,” ujar Febri.
Ia menyebutkan, hasil TKA dijadwalkan diumumkan pada 26 Mei 2026. Dengan demikian, calon murid dan orang tua diharapkan bisa mulai menghitung peluang masuk melalui jalur prestasi akademik. “Hasil TKA memang belum tayang, nanti insyaallah tanggal 26 Mei. Pada saat hasil TKA tayang, kita sudah sama-sama bisa berhitung,” katanya.(rda)

