Surabaya, JatimInsight.Id – Dalam semangat memperingati Hari Pahlawan, Universitas Ciputra (UC) Surabaya menunjukkan aksi nyata melawan stunting melalui kegiatan bertajuk “Mural Matahari dan TempeMas (Tempe untuk Generasi Emas)” yang digelar di Kelurahan Penele, Jalan Plampitan, Surabaya.
Kegiatan ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin antara Program Studi Desain Komunikasi Visual (VCD), Fakultas Kedokteran (FK), dan Culinary Business (CB) UC, dengan tujuan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan kreativitas pangan lokal.
Dosen VCD UC, Pandu Rukmi Utomo, S.Ds., M.Ds., menjelaskan bahwa mural dengan tema Matahari dipilih sebagai simbol kehidupan, harapan, dan semangat untuk menumbuhkan generasi sehat bebas stunting.
“Kami ingin menciptakan hubungan emosional antara warga dan pesan yang disampaikan. Saat mereka melihat mural ini, mereka akan selalu teringat bahwa gizi seimbang adalah fondasi bagi generasi emas,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (10/11).

Sementara itu, Kepala Program Studi VCD UC, Christian Anggrianto, S.Sn., M.M., Ph.D., menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari nilai-nilai entrepreneurship with impact yang menjadi karakter khas Universitas Ciputra.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya jadi penonton, tapi turun langsung memberi dampak. Bagi kami, entrepreneurship bukan sekadar soal profit, melainkan kontribusi nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” tuturnya.
Dari sisi kesehatan, mahasiswa Fakultas Kedokteran UC mengadakan penyuluhan gizi yang menyoroti pentingnya asupan seimbang sejak masa kehamilan hingga usia balita sebagai langkah konkret pencegahan stunting.
Sementara itu, mahasiswa Culinary Business UC bersama Chef Otje Herman Wibowo, S.E., M.Par., menggelar pelatihan pembuatan kudapan bergizi berbahan tempe, seperti lauk modern dan camilan sehat yang mudah dibuat di rumah.
“Tempe itu sederhana tapi kaya gizi. Dengan bahan murah dan alat masak yang dimiliki warga, kami ajarkan cara mengolahnya menjadi menu yang lezat dan bergizi,” kata Chef Otje.
Kegiatan ini turut mendapat apresiasi dari orang tua mahasiswa, salah satunya Erwien D. Ferdianto, yang menilai kegiatan tersebut memberi pengalaman berharga bagi para mahasiswa.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi langsung berinteraksi dengan masyarakat. Ini langkah luar biasa, bahkan mahasiswa baru pun sudah dilibatkan untuk memberi dampak nyata,” ujarnya. JI7

