Trans Jatim Malang Raya Koridor II Segera Beroperasi

Surabaya, JatimInsight.Id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan layanan Bus Trans Jatim Malang Raya Koridor II segera direalisasikan. Moda transportasi publik tersebut ditargetkan mulai beroperasi dan diluncurkan pada Oktober 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim Nyono mengatakan, seluruh persiapan Koridor II saat ini telah memasuki tahap akhir. Sementara untuk tanggal peluncuran masih dalam proses penentuan. “Sudah clear, Insya Allah akan di-launching pada Oktober, untuk tanggalnya kami masih akan pastikan kembali,” ujar Nyono di Surabaya, Kamis (3/9).

Menurutnya, salah satu persoalan yang sebelumnya sempat menghambat pelaksanaan layanan ini adalah penolakan dari sejumlah sopir angkutan kota (angkot) di Kota Malang. Namun, persoalan tersebut kini telah diselesaikan melalui komunikasi dan pembahasan bersama.

Nyono memastikan para sopir angkot telah menerima keberadaan Trans Jatim Malang Raya Koridor II dan mendukung pengoperasiannya. “Sudah clear (urusan dengan sopir angkot),” tegasnya.

Dari sisi armada, Dishub Jatim telah menyiapkan sebanyak 16 bus untuk mendukung operasional koridor baru tersebut. Sebanyak 15 bus akan digunakan untuk melayani penumpang, sedangkan satu armada disiapkan sebagai bus cadangan. “Sudah 90 persen persiapannya, armada yang beroperasi nanti 15 bus, ditambah ada satu cadangan bus,” jelas Nyono.

Ia menambahkan, rute Koridor II juga telah ditetapkan. Bus akan terintegrasi dengan layanan Trans Jatim Malang Raya Koridor I di Terminal Hamid Rusdi.

Untuk rute perjalanannya, bus akan melayani perjalanan dari Terminal Arjosari menuju kawasan Sulfat. Selanjutnya bus bergerak menuju Terminal Hamid Rusdi, kemudian melintasi Bululawang, Kepanjen, hingga berakhir di Terminal Talangagung.

“Jadinya rute finalnya, atau rute fixed-nya lewat Arjosari. Jadi Arjosari terus melintasi Sulfat, Sulfat terus ke Hamid Rusdi, Hamid Rusdi ke Bululawang, Bululawang terus ke Kepanjen, Kepanjen terus ke Talangagung, berakhir di Terminal Talangagung,” paparnya.

Integrasi di Terminal Hamid Rusdi diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam memanfaatkan layanan transportasi umum antarkawasan di wilayah Malang Raya. “Nanti integrasinya dengan koridor pertama di Terminal Hamid Rusdi. Mohon doa semuanya agar bisa terealisasi dengan baik,” pungkas Nyono.(rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *