Terapkan Digitalisasi, Pendapatan Parkir Jalan Tanjung Anom Naik

Surabaya, JatimInsight.Id – Pemkot Surabaya terus memperkuat penerapan sistem parkir digital di berbagai titik. Hasil evaluasi menunjukkan pendapatan parkir di Jalan Tanjung Anom meningkat signifikan setelah sistem pembayaran non-tunai diterapkan secara penuh dengan pengawasan langsung dari petugas Dinas Perhubungan (Dishub).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, peningkatan pendapatan tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan Pemkot Surabaya terhadap pengelolaan parkir di sejumlah titik. “Yang membuat saya semakin terkejut adalah hasilnya. Biasanya setoran parkir pada Sabtu malam atau malam Minggu hanya sekitar Rp600 ribu. Namun kali ini setoran mencapai Rp2,6 juta dalam satu malam,” kata Wali Kota Eri, Kamis (30/7).

Evaluasi itu bermula saat Eri melakukan inspeksi ke kawasan Manyar, Dharmahusada, dan Dharmawangsa pada pekan lalu. Dalam sidak tersebut, ia masih menemukan juru parkir yang menerima pembayaran secara tunai. “Di depan mata saya sendiri, saya melihat pembayaran parkir masih dilakukan secara tunai. Saya tanya (juru parkir) kenapa masih tunai. Dia menjawab bahwa dirinya belum mendapatkan rompi karena masih ada di kantor,” ujarnya.

Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti. Eri memanggil jajaran Dishub ke lokasi dan meminta seluruh persoalan segera dibenahi. Mulai dari kelengkapan atribut petugas hingga penerapan sistem pembayaran non-tunai.

“Saya kemudian memanggil kepala Dinas Perhubungan beserta kepala bidangnya. Di lokasi saya perintahkan agar mereka bertindak tegas. Kalau ada anak buah yang bermain-main atau melakukan penyimpangan, segera dibenahi. Kalau terbukti melakukan pungutan liar (pungli), pecat,” tegasnya.

Tak hanya itu, Eri juga memerintahkan evaluasi total terhadap seluruh personel Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir. “Semua dipindahkan ke Satpol PP dan dicari personel baru. Tidak boleh ada satu pun petugas lama yang tetap bertugas di lokasi parkir,” katanya.

Di Jalan Tanjung Anom, Dishub tetap melibatkan juru parkir. Namun, petugas Dishub ikut berjaga untuk memastikan seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai. “Di Jalan Tanjung Anom memang tetap melibatkan juru parkir, tetapi petugas Dishub ikut berjaga untuk memastikan seluruh pembayaran dilakukan secara non-tunai,” katanya.

Keberhasilan tersebut mendorong Pemkot Surabaya menerapkan pola serupa di seluruh titik parkir. Eri menilai, langkah tersebut akan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai potensi pendapatan parkir di setiap lokasi.(ari/rd)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *