Syafa Group Perkenalkan Sistem Kerja Digital Terintegrasi, Luncurkan Website dan Aplikasi Internal

Surabaya, JatimInsight.Id – PT Indie Syafa Transforma (Syafa Group) lahir dari semangat sejarah dan identitas yang melekat pada perjalanan bangsa Indonesia. Nama “Indie” diambil dari istilah Nederlandsch-Indië atau Hindia Belanda, sebutan yang digunakan sejak tahun 1602 oleh Belanda untuk menyebut wilayah Nusantara pada masa kolonial.

Seiring perubahan zaman dan lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka, istilah tersebut mengalami transformasi makna dari simbol wilayah jajahan menjadi bagian dari identitas sejarah bangsa.

Terinspirasi dari perjalanan panjang perubahan nama dan jati diri tersebut, PT Hindia Syafa Group mendirikan PT Indie Syafa Transforma sebagai entitas usaha pertamanya.

TANCAP GAS: CEO Syafa Group, Sa’diah saat peluncuran website dan aplikasi internal menandai komitmen perusahaan dalam mendorong transformasi digital.

Perusahaan dibawah naungan Syafa Group ini menjadi representasi transformasi dari masa lalu menuju masa depan, mengusung semangat inovasi, kemajuan, dan perubahan menuju arah yang lebih modern dan mandiri.

Di tengah arus perubahan yang menuntut kecepatan dan ketepatan kerja, Syafa Group menandai langkah barunya menuju transformasi digital dengan meluncurkan website internal perusahaan. Peluncuran tersebut dikemas dalam acara Launching Web dan Aplikasi Syafa Group yang berlangsung di Great Diponegoro Hotel Surabaya, Jumat (13/02).

Suasana hangat dan penuh optimisme terasa sejak awal acara. Jajaran direksi, manajemen, hingga perwakilan pegawai dari berbagai cabang Malang, Probolinggo, Lumajang, dan Jember hadir menjadi saksi dimulainya era baru dalam sistem kerja perusahaan.

Momentum ini bukan sekadar seremoni peluncuran teknologi, melainkan menjadi penanda perubahan cara kerja menuju sistem yang lebih modern dan terintegrasi. Website dan aplikasi internal yang diperkenalkan dirancang sebagai pusat kendali aktivitas perusahaan mulai dari pelaporan kinerja, monitoring target, pengajuan administrasi, hingga integrasi data lintas divisi. Jika sebelumnya berbagai proses dilakukan secara manual dan memakan waktu, kini seluruhnya dapat diakses secara digital dengan lebih cepat, terstruktur, dan transparan.

Dalam sambutannya, CEO Syafa Group, Sa’diah, S.Pd.I., M.Pd.I., menegaskan bahwa pengembangan platform ini merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Website internal ini bukan hanya sekadar platform digital, tetapi menjadi sarana untuk membangun budaya kerja yang lebih tertib, profesional, dan terukur. Kami berharap seluruh pegawai dapat memanfaatkan sistem ini secara maksimal demi kemajuan bersama,” katanya.

MENUJU ERA DIGITAL: Website dan Aplikasi Syafa Group menjadi ajang mempererat sinergi sekaligus melangkah menuju sistem kerja modern berbasis digital.

Sa’diah menambahkan, lebih dari sekadar inovasi teknologi, peluncuran ini juga merefleksikan perjalanan panjang Syafa Group. Berbagai tantangan dan dinamika yang dihadapi selama bertahun-tahun justru menjadi ruang belajar untuk memperkuat sistem dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dari setiap hambatan, perusahaan memetik pelajaran penting tentang ketahanan, kedisiplinan, dan pentingnya adaptasi. “Semangat untuk terus berkembang inilah yang akhirnya melahirkan inovasi digital sebagai bagian dari kesiapan menghadapi masa depan,” tuturnya.

Agar implementasi berjalan optimal, acara juga diisi dengan sesi sosialisasi dan simulasi penggunaan website. Tim IT internal memberikan panduan teknis sekaligus menjawab berbagai pertanyaan peserta, memastikan seluruh unit kerja memiliki pemahaman yang sama dalam memanfaatkan sistem baru ini.

Dengan hadirnya website internal, Syafa Group optimistis mampu meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat arus informasi, serta memperkuat sistem pengawasan dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan.

“Peluncuran ini sekaligus menjadi simbol komitmen perusahaan dalam membangun sistem kerja yang modern, terintegrasi, dan berbasis digital sebuah langkah nyata menuju organisasi yang lebih adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Sa’diah. JI3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *