Surabaya Kite Festival 2026 Dihadiri 5.000 Pengunjung

Surabaya, JatimInsight.Id– Pemkot Surabaya kembali sukses menggelar ajang tahunan Surabaya Kite Festival 2026 dengan tema Budaya dan Kuliner di Long Beach Area Selatan, Pakuwon City, mulai Sabtu-Minggu (29-30/8). Berkolaborasi dengan PT Pakuwon Jati Tbk, festival ini menyedot perhatian publik dengan menghadirkan 100 peserta dari 38 kelompok komunitas layang-layang, baik tingkat nasional maupun mancanegara.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi diadakannya kembali festival ini, yang sempat vakum beberapa waktu. Ia menyebut daya tarik ajang yang memanfaatkan lapangan di Pakuwon Timur tersebut kini makin diperhitungkan di kancah global.

“Alhamdulillah, festival layang-layang yang sempat vakum kini sudah kembali rutin digelar. Tahun ini diikuti peserta dari berbagai daerah hingga luar negeri seperti Malaysia, Swedia, dan Jepang. Bahkan ada perwakilan dari Denmark serta India tadi menyampaikan komitmennya untuk langsung berpartisipasi tahun depan,” ujar Eri di lokasi acara, Minggu (30/8).

Melihat potensi besar tersebut, Eri berencana menaikkan taraf kejuaraan pada tahun mendatang, baik dari segi kenyamanan venue hingga alokasi total hadiah.”Tahun ini total hadiahnya sekitar Rp52 juta. Tahun depan target kita alokasikan total hadiah mencapai Rp100 juta. Penyelenggaraannya akan disesuaikan dengan kondisi angin terbaik,” lanjutnya.

Menurut Eri, nilai kompetisi tahun ini makin bergengsi dengan adanya dukungan dari Konsulat Jenderal India. Pemenang utama Surabaya Kite Festival 2026 akan mendapatkan kesempatan dibiayai penuh untuk berlaga pada festival layang-layang terbesar di India yang digelar periode Januari–Februari mendatang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi menjelaskan, untuk menjaga kualitas kompetisi, Pemkot Surabaya menggaet juri-juri tingkat nasional.

“Tim juri yang bertugas sangat kredibel, di antaranya melibatkan perwakilan dari Museum Layang-Layang Jakarta, Ketua Persatuan Layang-Layang Jawa Timur, hingga tokoh dari Persatuan Pelayang Nasional,” kata Herry.(rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *