Startup Competition PLN ICE 2026 Jaring Ratusan Talenta Muda

Surabaya, JatimInsight.Id – Startup Competition PLN Innovation and Competition in Electricity (ICE) 2026 digelar di Surabaya. Event yang diadakan bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Senior Manajer Keuangan, Komunikasi, dan Umum di PLN Puslitbang (Pusat Penelitian dan Pengembangan PT PLN (Persero) Nirwan Fahmi Siregar mengatakan, kepada para finalis Startup Competition PLN ICE 2026 agar bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya,  tidak hanya sebagai pemenang. “Selamat berkompetisi kepada seluruh finalis, semoga menghasilkan gagasan-gagasan terbaik yang bisa mencetak entrepreneur-entrepreneur muda,” katanya, Minggu (8/11).

Dia berharap ada industri yang bisa menindaklanjuti untuk bekerja sama dengan para inovator ini. Pasalnya, dia melihat dari sisi nilai ekonomis cukup bagus. “Nggak sampai setengah tahun sudah bisa balik modal. Hal-hal seperti itu yang perlu dibuat berkelanjutan. Nggak sekadar kita di sini buat inovasi lalu selesai. Syukur-syukur bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” jelas Nirwan Fahmi Siregar.

Menurut Tri Vicca Kusumadewi, dosen dan peneliti dari Departemen Teknik Mesin ITS yang bertindak sebagai co-organizer bersama PLN Puslitbang dalam event ini mengatakan, startup dinilai dari ide dan kreativitas yang diwujudkan dalam protipe. “Ada 158 tim dari seluruh Indonesia. Dari situ ada enam tim yang lolos dan diharapkan bisa diaplikasikan inovasi teknologi untuk kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Enam finalis Startup Competition PLN ICE 2026 itu adalah Tim Floata dan Enerplulse dari ITS, Grid Id dari UGM yang juga berkolaborasi dengan Universitas Udayana, Kawan Daya dari Universitas Diponegoro (Undip), Hydrabess dari Universitas Negeri Makassar, dan Aureto dari ITB.

Sementara itu, Wakil Rektor IV ITS Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Kealumnian Agus Muhammad Hatta mengatakan, ada dua hal yang bisa dilihat dalam Startup Competition PLN ICE 2026 kali ini.  Yang pertama, terkait dengan keberlanjutan talenta-talenta muda ini.  “Anak-anak muda yang memiliki inovasi ini perlu kita pupuk agar mereka bisa menjadi inovator atau menjadi pengusaha di masa depan,” katanya.

Sedangkan yang kedua adalah kita bisa menemukan produk-produk yang inovatif dan memiliki nilai ekonomis yang baik. “Harapan kami tentu ini bisa menuju proses berikutnya, bisa dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.(rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *