Jombang, JatimInsight.Id – Bencana pergerakan tanah atau tanah longsor menjadi ancaman nyata bagi SMA Negeri Bareng, Jombang. Sekolah ini pernah terjadi bencana longsor di bagian sisi utaranya. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan sekolah yang berada di Desa Mojotengah ini mendapat pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB).
“Sekolah kami pernah mengalami longsor pada tahun 2025 sehingga tanah tergerus dan terbawa arus sungai,” ungkap Kepala SMA Negeri Bareng Anik Noerachini, Kamis (10/9).
Sungai Jiken yang berada di samping sekolah atau sebelah Utara, merupakan anak Sungai Brantas. Hal inilah yang menjadi perhatian pihak sekolah. Pasalnya, di pinggir sungai ada bangunan tempat parkir motor para siswa.
Pelatihan SPAB yang diadakan di sekolah ini dilakukan oleh tiga fasilitator SPAB dari Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur. Mereka adalah Dini Prastyo Wijayanti, Nurul Wachida, dan Rizki Daniarto. SPAB digelar pada Rabu dan Kamis (9-10/9)

Sebanyak 100 peserta dari para siswa, guru, tenaga administrasi, komite sekolah, maupun petugas keamanan, mengikuti pelatihan ini. Mereka juga mendapatkan materi Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD). “Pijat jantung bisa dilakukan orang awam terlatih. Namun ada beberapa prosedur yang harus dilakukan,” ungkap Fasilitator Dini Prastyo Wijayanti.
Sedangkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Jombang Eko Rejjo Sunaryanto mengatakan, BPBD Jawa Timur turut berkontribusi untuk kebutuhan masyarakat. Salah satunya dengan edukasi bencana lewat SPAB. “Saya berharap para siswa punya tanggung jawab untuk mendistribusikan pelatihan ini kepada orang lain. Termasuk kepada teman-temannya maupun orang terdekat,” ujarnya.
Sementara, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan (PK) BPBD Kabupaten Jombang Samsul Bahri mengungkapkan bahwa di daerahnya bencana tidak henti-hentinya. “Di Jombang ada delapan ancaman bencana sesuai dengan kajian risikonya. Salah satunya adalah longsor dan kebakaran. Dalam sehari bisa 6-7 kali kejadian kebakaran,” katanya.

Sedangkan anggota DPRD Jawa Timur dari Komisi A Sumardi menyatakan bahwa Program SPAB ini bekerja sama dengan mitra strategis. “Anak-anak bisa mendapatkan kegiatan yang tidak biasa dilakukan di sekolah. Mudah-mudahan ini jadi pengalaman yang cukup berharga karena tidak setiap sekolah dapat kegiatan ini,” ucap Sumardi.
Hadir pula Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan (Kabid PK) BPBD Jawa Timur Deni Kiki Melia Tamara.
Di hari pertama para peserta mendapatkan pelatihan dan pengisian dokumen kajian risiko bencana, PPGD, bebat bidai untuk kegawatdaruratan, pemutaran videotron di Mobil Simulasi Penanggulangan Bencana (Mosipena), dan literasi kebencanaan di perpustakaan mobil keliling. Sedangkan hari kedua para peserta mengikuti praktik simulasi menghadapi bencana dan pemadaman api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradsional (APAT). Kegiatan ditutup dengan penyerahan dokumen kajian risiko bencana kepada pihak sekolah.(rda)

