Surabaya, JatimInsight.Id — PT Siantar Top Tbk menatap optimistis kinerja bisnis tahun 2026. Meski perlambatan ekonomi masih membayangi, produsen makanan ringan tersebut yakin mampu membukukan pertumbuhan penjualan dua digit. Optimisme itu ditopang oleh perluasan jaringan distribusi dalam negeri dan strategi agresif memperbesar porsi ekspor.
Direktur Utama PT Siantar Top Tbk, Armin, menyampaikan bahwa perusahaan terus memperkuat pasar domestik sembari memperluas penetrasi di pasar luar negeri. Salah satu strategi yang konsisten dilakukan adalah merilis produk baru secara berkelanjutan.
“Tak pernah absen setiap tahun, kami selalu memperkenalkan produk baru untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal maupun internasional,” ujar Armin usai public expose, Selasa (9/12).

Ia menjelaskan, saat ini pelemahan permintaan dalam negeri tak terhindarkan akibat tekanan ekonomi global dan nasional. Meski demikian, Siantar Top memperkirakan pertumbuhan penjualan 2025 masih dapat berada di rentang 4–5 persen.
Memasuki tahun 2026, Armin menyebut prospeknya akan lebih baik. Kebijakan pemerintah yang mendorong perbaikan ekonomi diharapkan memberikan efek positif bagi industri makanan.
“Dengan dukungan berbagai kebijakan ekonomi, kami yakin tahun depan bisa mencatatkan pertumbuhan penjualan dua digit,” tegasnya.
Pada kuartal III/2025, Siantar Top membukukan penjualan Rp3,86 triliun, meningkat 4,35 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan meyakini pencapaian tersebut akan berlanjut hingga akhir tahun.
Di sisi lain, Direktur Siantar Top, Suwanto, menambahkan bahwa ekspansi pasar internasional menjadi mesin pertumbuhan berikutnya. Produk Siantar Top saat ini telah dipasarkan di kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah. Perusahaan akan memperkuat penetrasi di Timur Tengah karena masih banyak negara yang belum tersentuh.
Upaya peningkatan ekspor juga diarahkan ke Amerika Serikat dan Kanada yang dinilai memiliki potensi pasar besar. Kontribusi ekspor saat ini mencapai 18–20 persen dari total penjualan perseroan.
“Kami menjalankan strategi multi distributor dan multi produk untuk seluruh pasar. Dengan pendekatan ini, kami optimis target pertumbuhan dua digit tahun depan bisa tercapai. Bahkan kami mulai menjajaki pasar negara-negara bekas Soviet meski tantangannya tak kecil,” jelas Suwanto. JI1

