Surabaya, JatimInsight.Id – Kecamatan Pakal, Surabaya, meluncurkan terobosan pendidikan bertajuk Rumah Inggris Ceria dan Hebat (RICH). Sebuah program pembelajaran Bahasa Inggris gratis bagi anak usia dini yang langsung mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Program yang digagas bersama Bunda PAUD Kecamatan Pakal ini menjadi upaya konkret memperluas akses pendidikan bahasa asing sejak usia emas perkembangan anak.
Camat Pakal Zainuddin Fanani mengatakan, penguasaan Bahasa Inggris kini menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan era digital dan globalisasi. Karena itu, pihaknya ingin memastikan seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar tanpa terkendala biaya.
“Selama ini belajar Bahasa Inggris sering dianggap mahal sehingga belum menjadi prioritas sebagian orang tua. Melalui RICH, kami ingin membuktikan bahwa anak-anak bisa mendapatkan pembelajaran Bahasa Inggris yang berkualitas secara gratis dan menyenangkan,” kata Fanani sapaan akrabnya, Jumat (29/5).
Program RICH menyasar anak usia 4 hingga 9 tahun, mulai dari jenjang TK A, TK B, Raudhatul Athfal (RA) hingga siswa SD kelas 1 dan 2 yang berdomisili di Kecamatan Pakal. Setiap angkatan akan menjalani masa belajar selama satu tahun dengan sekitar 10 bulan pembelajaran aktif dan dua bulan masa libur.
Berbeda dari kursus formal pada umumnya, konsep pembelajaran di RICH dirancang dengan pendekatan fun learning atau belajar sambil bermain. Materi yang diberikan berfokus pada basic English, terutama pengenalan kosakata dan keterampilan berbicara sederhana agar anak lebih percaya diri dalam berkomunikasi.
Untuk memudahkan akses masyarakat, kelas-kelas RICH ditempatkan di seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Pakal. Model ini dinilai efektif karena membuat peserta didik tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti pembelajaran.
“Selain belajar gratis, peserta juga mendapat sertifikat kelulusan dan pendampingan dari mentor berpengalaman. Termasuk kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Surabaya (Unesa),” terangnya.
Antusiasme masyarakat melampaui perkiraan sejak program ini pertama kali dibuka. Sebanyak 150 siswa disiapkan di tiap kelurahan dengan total sekitar 600 peserta untuk seluruh wilayah Pakal. Dalam waktu singkat, seluruh kuota tersebut langsung terpenuhi oleh pendaftar.
Fanani berharap program ini dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda Surabaya dalam menghadapi persaingan masa depan. Terlebih, muncul informasi bahwa Bahasa Inggris akan kembali menjadi mata pelajaran wajib di tingkat sekolah dasar mulai 2027.(rda)

