Rayakan HUT ke-733 Kota Surabaya, ASHA IVF Adakan Pemeriksaan Kesuburan Gratis

JATIMINSIGHT.ID – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, ASHA IVF Indonesia menggelar program “ASHA Open House: Celebrate Hope with ASHA”.

Acara ini adalah sebuah gerakan edukasi dan pemeriksaan kesuburan yang diselenggarakan secara serentak di tiga cabang ASHA IVF Indonesia.

Tiga cabang itu masing-masing ASHA IVF Waron Hospital, ASHA IVF PHC, dan ASHA IVF Jaladri RSPAL Dr Ramelan.

Direktur Utama ASHA IVF Indonesia Dr. dr. Amang Surya Priyanto, SpOG, F-MAS mengatakan, program ini hadir sebagai bentuk kepedulian terhadap semakin banyaknya pasangan usia produktif yang mengalami kesulitan memperoleh keturunan, namun belum melakukan pemeriksaan kesuburan sejak dini.

“Kami percaya bahwa harapan untuk memiliki buah hati dimulai dari keberanian untuk mengenali kondisi diri sendiri. Banyak pasangan datang terlambat karena menganggap masalah kesuburan akan membaik dengan sendirinya. Padahal semakin dini diperiksa, semakin besar peluang keberhasilannya,” ujar dr. Amang di sela ASHA Open House di Waron Hospital Surabaya, Minggu (31/5/2026).

Menurut berbagai studi, sekitar satu dari enam pasangan di dunia mengalami infertilitas.

Sayangnya, masih banyak pasangan yang baru mencari bantuan medis setelah bertahun-tahun menunggu tanpa mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Dokter (dr) Amang menjelaskan, antusiasme masyarakat terhadao ASHA Open House terbukti luar biasa.

Dalam waktu lima hari sejak pendaftaran dibuka, lebih dari 400 pasangan mendaftar untuk 170 slot yang tersedia hampir tiga kali lipat kapasitas.

“Karena pendaftar membludak Tim ASHA IVF melakukan seleksi ketat untuk memastikan slot diberikan kepada pasangan yang paling membutuhkan penanganan segera,” lanjutnya.

Setiap peserta mendapatkan paket lengkap meliputi pemeriksaan kesuburan, konsultasi privat dengan dokter spesialis, ringkasan hasil tertulis, serta rekomendasi program yang dipersonalisasi.

Nilai layanan yang diterima setiap peserta diperkirakan mencapai Rp 1,2 juta.

Lebih jauh dr. Amang mengatakan, melalui ASHA Open House, masyarakat mendapatkan kesempatan untuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter fertilitas serta pemeriksaan USG dasar sebagai langkah awal memahami kondisi reproduksi mereka.

“Mengusung tema “Celebrate Hope with ASHA”, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda kesehatan, tetapi juga menghadirkan ruang yang aman bagi para pejuang buah hati untuk mendapatkan edukasi, dukungan, dan harapan baru,” urainya.

Selain pemeriksaan kesuburan, peserta juga mendapatkan Fertility Starter Assessment, serta panduan awal mengenai langkah program hamil (promil) yang sesuai dengan kondisi masing-masing pasangan.

Melalui kegiatan ini, ASHA IVF berharap semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan tidak ragu untuk berkonsultasi sejak dini.

“Di momen ulang tahun Kota Surabaya, kami ingin merayakan bukan hanya pertumbuhan sebuah kota, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi keluarga-keluarga yang sedang menantikan kehadiran buah hati,” imbuh dr. Amang.

Diakui dr. Amang, saat ini ternyata pasangan yang ingin mendapatkan keturunan itu sangat banyak.

Sayangnya, mereka tidak sadar bahwa pada diri mereka, baik itu pada pasangan laki-laki maupun pasangan perempuan, mempunyai masalah.

“Nah pada saat inilah kita sebetulnya memberi kesempatan pada mereka untuk bisa hadir di ASHA Open House ini ya, untuk melakukan pemeriksaan secara dini. Atau skrining awal pada organ reproduksinya, baik laki-laki maupun perempuan, untuk bisa mendeteksi kira-kira masalah apa yang menyebabkan dia mengalami gangguan, ya, untuk mendapatkan keturunan itu,” urainya.

Dalam kesempatan yang sama, dr. M.Y. A Widyanugraha, SpOG, Subsp. FER mengatakan jika membludaknya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa masalah infertilitas masih menjadi fenomena gunung es di masyarakat.

“Kuota yang kami sediakan sekitar 170 peserta, tetapi pendaftarnya lebih dari 400 pasangan. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan layanan fertilitas sebenarnya sangat besar,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua pasangan harus menjalani program bayi tabung atau IVF.

Penanganan kesuburan sangat bergantung pada penyebab yang ditemukan saat pemeriksaan.

“Program kehamilan tidak hanya IVF. Ada yang cukup dengan terapi alami, ada yang melalui inseminasi, dan ada yang memang membutuhkan IVF. Setiap metode memiliki indikasi dan syarat yang berbeda sehingga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasangan,” jelasnya.

Dokter (dr) Edwin Budipramana, M.Kes, SpOG, menilai meningkatnya kasus gangguan kesuburan tidak terlepas dari perubahan gaya hidup masyarakat modern.

“Jadi pada prinsipnya kalau kita mengonsumsi makanan yang kurang sehat, baik terlalu banyak pewarna, perasa, ataupun pengawet, seringkali memang secara umum bisa berpengaruh terhadap kondisi kesehatan, termasuk kondisi kesuburan juga begitu. Begitu juga dengan pola hidup,” ungkapnnya.

Ditambah sekarang ini banyak pasangan yang pekerjaannya semakin banyak hingga makin stres, tekanan makin tinggi dibanding pekerjaan zaman dulu.

Nah, otomatis kehidupan orang, kualitas hidup orang juga lebih berat sekarang sehingga mungkin saja ada fenomena sekarang bisa dibilang kayaknya lebih susah hamil daripada dulu.

“Tekanan pekerjaan saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan dulu. Tingkat stres juga meningkat, baik pada perempuan maupun laki-laki. Kondisi kesehatan secara umum sangat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi,” kata dr. Edwin.

Sementara itu, salah satu pasangan yang memanfaatkan program ASHA Open House: Celebrate Hope with ASHA adalah Rafi dan Cintya.

Pejuang garis dua dari Wiyung Surabaya ini mengaku mengetahui program ASHA Open House dari Instagram.

“Kita langsung daftar karena ingin tahu tentang kondisi kami, supaya untuk melangkah ke proses selanjutnya punya bekal pengetahun yang cukup,” kata Cintya yang menikah dua tahun lalu. (isa)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *