Surabaya, JatimInsight.Id – Menghadapi dinamika persaingan bisnis Fast Moving Consumer Goods (FMCG) yang semakin ketat, PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) tetap optimis tahun 2026 bisa memacu kinerjanya dengan memperkuat distribusi dan menjangkau market yang lebih luas.
Direktur Utama PT OPMS, Meilyna Widjaja, mengatakan, perluasan jalur distribusi merupakan bagian strategi Perseroan agar semakin kompetitif kedepan. Sebab persaingan produk makanan dan minuman serta kebutuhan harian masyarakat terus berkembang dan semakin ketat.
“Saat ini Perseroan memang fokus menggarap market FMCG di wilayah Madura. Namun demikian kami juga intensif melayani kebutuhan pelanggan di wilayah Surabaya. Karena demand disana juga cukup besar dan terus berkembang,” ujar Meilyna, Kamis (18/6).

Dijelaskan, dengan perluasan area distribusi tersebut, pihaknya yakin kinerja tahun 2026 bisa ditingkatkan. Selain itu, pihaknya juga terus menjalankan berbagai inisiatif strategis. Diantaranya menambah tim Sales yang difokuskan untuk menjangkau dan menarik pelanggan baru di masing-masing kabupaten di wilayah Madura.
Perseroan juga mempersiapkan aspek operasional yang diperlukan guna mendukung implementasi penjualan digital secara optimal.
Di sisi lain, pihaknya juga berupaya memperluas kemitraan dengan prinsipal-prinsipal terkemuka guna memperkaya portofolio produk dan meningkatkan daya saing di pasar, antara lain dengan berpartisipasi secara aktif dalam berbagai kegiatan expo dan pameran di industri tersebut.
“Kami juga terus mengevaluasi secara berkala karena preferensi dan kebutuhan konsumen terus berubah seiring perkembangan tren pasar diantaranya dengan kunjungan rutin ke customer dan berinteraksi dengan para pelanggan. Hal ini untuk memastikan target strategis tahun 2026 dapat tercapai secara optimal,” tambahnya.
Dia menyadari bahwa tantangan bisnis FMCG terus berkembang. Sebab banyak distributor dan merek yang bersaing di pasar. Hal ini menyebabkan tekanan terhadap harga jual dan margin, sehingga perusahaan harus terus meningkatkan daya saing dan efisiensi operasional.
Tantangan lainnya di sektor industri FMCG adalah masalah daya beli masyarakat yang mengalami fluktuasi. “Kondisi ini mengharuskan perusahaan lebih selektif dalam menentukan strategi penjualan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ungkapnya
Terkait kinerja di tahun 2026, Rubbyanto Ping Hauw, Direktur PT OPMS optimis, meskipun bisnis FMCG persaingannya cukup ketat, namun dia tetap yakin ke depan sektor ini akan membantu memperbaiki kinerja perseroan.
‘Karena peluang marketnya juga cukup besar terutama untuk produk makanan dan minuman serta kebutuhan sehari-hari masyarakat,” pungkas Rubbyanto. ji5

