Pernah Dapat Sosialisasi SPAB, SMPN 1 Sukodono Sidoarjo Raih Penghargaan di Gerakan Seribu Siswa Sahabat Tangguh Bencana

Surabaya, JatimInsight.Id – SMPN 1 Sukodono Sidoarjo meraih  penghargaan dalam Program Gerakan Seribu Siswa Sahabat Tangguh Bencana yang digelar di Gedung Pusat Robotika ITS, Kamis (29/10) lalu.

Gerakan Seribu Siswa Sahabat Tangguh Bencana merupakan program yang diadakan Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI). Kegiatan ini memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada ribuan siswa dari jenjang SD hingga SMA di Jawa Timur.

Program ini menyasar 1.000 siswa dari wilayah Gerbangkertosusilo, yang meliputi Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Untuk memperkuat pemahaman peserta, kegiatan dikemas melalui edukasi interaktif, simulasi Virtual Reality (VR), serta pengenalan materi kebencanaan melalui Education Booth.

Matahari Juni Beluiszy, siswa kelas 8C SMPN 1 Sukodono meraih penghargaan Outstanding Participant. Sebelumnya, SMPN 1 Sukodono pernah mendapatkan sosiaalisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dari Sekber Relawan Penanggulangan Bencana (SRPB) Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Menurut Matahari Juni Beluiszy, materi yang dia pelajari adalah jenis-jenis bencana alam. Seperti gempa bumi, puting beliung, banjir, tsunami, dan kebakaran hutan. Sedangkan materi kedua adalah tahap-tahap menyelamatkan diri dari bencana bencana.

“Saya juga belajar memadamkan api, saat sirine berbunyi apa yang harus kita lakukan, dan lain lain. Sangat senang dan saya apresiasi kepada kakak-kakak panitia yang sangat humble dan bisa mengarahkan kami hingga acara berjalan dengan lancar,” ungkap Matahari Juni Beluiszy memberikan kesannya, Sabtu (31/10).

Sebanyak 35 siswa SMPN 1 Sukodono ikut dalam kegiatan ini. Para siswa ini  bersama guru pendamping Mohan Triyuwono dan Lintang Kusuma Wardani. Mereka memberikan refleksi mendalam mengenai pentingnya literasi kebencanaan di lingkungan satuan pendidikan. Di antaranya melalui tiga materi utama. Yakni simulasi evakuasi gempa bumi, pelatihan teknik Cardio Pulmonary Resuscitation (CPR), dan simulasi pemadaman kebakaran.

Para siswa tidak hanya diajarkan untuk memahami potensi risiko, tetapi juga dilatih untuk bertindak cepat, tepat, dan terukur saat terjadi kedaruratan. Keterampilan praktis yang mereka peroleh menumbuhkan mental tangguh, rasa empati yang tinggi, serta jiwa penolong saat tanggap darurat. “Semoga kegiatan positif seperti ini terus berlanjut demi terciptanya sekolah yang aman, siaga, dan tangguh bencana,” ujar Mohan Triyuwono, salah satu guru pembimbing.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Sukodono M. Fajar Sidiq mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh ITS melalui Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) Dia berharap kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi bapak-ibu guru dan siswa.

“Semoga menjadi agen peduli iklim dan kebencanaan serta mampu mewujudkan sekolah aman bencana. Selanjutnya SMPN 1 Sukodono bersama SRPB Jatim akan membentuk SPAB untuk mewujudkan sekolah tangguh bencana,” jelas M. Fajar Sidiq.

Wakil Ketua Pusat Studi MKPI ITS Berlian Al-Kindhi menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang agar pelajar dapat memahami dan menerapkan pengetahuan kebencanaan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta juga diharapkan mampu menyebarkan pemahaman tersebut kepada orang-orang di sekitarnya. “Mereka bisa menjadi agen di sekolah, keluarga, dan lingkungan untuk memberitahu apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” paparnya.

Selain pembelajaran di dalam ruangan, peserta mengikuti pelatihan praktik sesuai jenjang pendidikan. Siswa SD memperoleh simulasi pemadaman api bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar). Sedangkan siswa SMP dan SMA mengikuti pelatihan keselamatan diri, pertolongan pertama, serta prosedur evakuasi bersama Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) ITS dan BPBD Jawa Timur.(rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *