Surabaya, JatimInsight.Id – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), perusahaan yang bergerak di bidang eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi di wilayah kerja Selat Madura, Jawa Timur, memperingati Hari Lingkungan Hidup Dunia 2025 dengan mengampanyekan perlawanan terhadap polusi plastik.
Acara peringatan tersebut digelar di Politeknik Negeri Madura, Kabupaten Sampang, dengan kemasan sosialisasi manajemen sampah dan donasi alat komposting, Jumat (4/7/2025).
“Ini bagian dari keberlanjutan program kami yang peduli terhadap lingkungan hidup,” kata Manager HSSE HCML, Rockyanto Sasabone, Senin (7/7).

Melalui kegiatan ini, HCML bersama Poltera ingin mengawali gerakan kepedulian terhadap lingkungan melalui upaya untuk mengurangi penggunaan sampah plastik.
Rockyanto mengingatkan, berdasarkan hasil penelitian yang dimuat di jurnal ilmiah Nature oleh para peneliti dari Universitas Leeds di Inggris, Indonesia termasuk sepuluh besar negara produsen makroplastik dengan produksi 3,4 juta ton.
“Hal ini tentu sangat menggelisahkan dan seharusnya menjadi perhatian dan kewaspadaan kita bersama. Meminalisasi bukan hanya tugas pemerintah pusat, namun juga pemerintah daerah hingga tingkat desa,” ujarnya.
Sementara itu, VP Operations HCML Perkasa Sinagabariang mengatakan, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia, pihaknya menyosialisasikan cara mengurangi sampah-sampah domestik.
“Kami memberikan bantuan tempat-tempat sampah dan komposter supaya dapat diaplikasikan di Poltera ini,” kata Sinagabariang.
Bukan sekali ini saja HCML dan Poltera bekerja sama. Kedua belah pihak sudah sepakat untuk menjalin kerja sama berkelanjutan. Tahun lalu HCML sudah menginsiasi kerja sama dengan Poltera untuk memberikan beasiswa bagi mahasiswa lokal.
“Juga kerja sama saat Poltera membuka jurusan baru Keselamatan Kesehatan Kerja,” ungkapnya.
Keberlanjutan kerja sama sangat penting. Apalagi kehadiran HCML di Madura bisa berlanjut, jika perpanjangan operasional disetujui, yang semula berakhir pada 2032 menjadi 2052.
“Karena HCML hadir di Sampang ini cukup lama sampai 2032. Bila extention disetujui, bisa berlanjut hingga 2052. Harapannya ada hal baik yang bisa didapat dari acara ini, khususnya mahasiswa Poltera,” pungkas Sinagabariang.JI3

