Pemkot Surabaya Gencarkan Tanam Cabai dan Bawang Jelang Akhir Tahun

Surabaya, JatimInsight.Id  – Menjelang akhir tahun, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar gerakan tanam cabai dan bawang merah secara serentak. Program ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan serta menstabilkan harga menjelang momentum Natal dan Tahun Baru.

Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan tindak lanjut dari Urban Farming Competition yang sebelumnya telah digelar. Kali ini, kegiatan dipusatkan di lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Jambangan, dengan melibatkan masyarakat umum, kelompok tani, serta unsur TPID.

“Ini adalah strategi nyata untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga cabai dan bawang merah di pasaran,” kata Antiek, Rabu (21/8).

Sebanyak 1.100 bibit cabai ditanam secara serentak di lahan milik Pemkot Surabaya sebagai langkah awal program. Selain itu, pemkot juga membagikan 25.000 bibit cabai kepada warga melalui jalur kecamatan, kelurahan, RW, dan RT.

“Bibit ini diharapkan bisa ditanam di pekarangan rumah atau lahan kosong agar setiap keluarga bisa memenuhi kebutuhan cabai skala kecil secara mandiri,” ujarnya.

Tak hanya menyasar masyarakat, DKPP juga mendistribusikan 6.000 bibit cabai kepada kelompok tani. Kelompok tani konvensional diarahkan menanam di lahan sawah yang lebih luas, sementara kelompok urban farming memanfaatkan lahan terbatas di area permukiman.

Menurut Antiek, langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah, khususnya saat permintaan meningkat di bulan Desember.

“Dengan pasokan dari lahan pemkot, kelompok tani, dan pekarangan warga, kami berharap dapat menekan potensi lonjakan harga, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegasnya.

Gerakan ini menjadi bagian dari strategi TPID Surabaya dalam pengendalian inflasi daerah, sekaligus upaya pemberdayaan masyarakat agar bisa turut serta dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat rumah tangga.

“Jika kebutuhan rumah tangga bisa dipenuhi sendiri, tekanan terhadap pasar akan berkurang, dan inflasi bisa lebih terkendali,” pungkasnya. JI3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *