Surabaya, JatimInsight.Id – Pemerintah Kota Surabaya mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan sensus tersebut menjadi langkah penting untuk memperoleh data ekonomi yang akurat dan terkini sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah maupun nasional.
“Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan menyeluruh terhadap seluruh pelaku usaha nonpertanian, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan besar, termasuk sektor ekonomi digital,” kata Eri.

Menurut dia, data hasil sensus akan membantu pemerintah memetakan kondisi perekonomian secara lebih komprehensif, sekaligus melihat potensi dan tantangan ekonomi yang ada di Kota Surabaya.
Ia menilai pelaksanaan sensus yang dilakukan setiap 10 tahun sekali tersebut sangat strategis karena dapat menjadi acuan dalam merumuskan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Karena itu, Eri mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang benar dan lengkap kepada petugas sensus agar data yang diperoleh sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Saya mengajak seluruh warga dan pelaku usaha di Kota Surabaya untuk bersama-sama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang jujur dan akurat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Surabaya Arrief Chandra Setiawan menjelaskan bahwa pendataan mencakup berbagai aspek usaha, mulai identitas usaha, nomor induk berusaha (NIB), karakteristik usaha, jumlah tenaga kerja, hingga kondisi keuangan seperti pendapatan, pengeluaran, dan aset.
Ia memastikan seluruh data yang dihimpun bersifat rahasia dan hanya digunakan dalam bentuk agregat untuk kebutuhan perencanaan pembangunan.
“Data yang dikumpulkan tidak digunakan untuk kepentingan perpajakan. Seluruh informasi dijamin kerahasiaannya,” kata Arrief. ji5

