Misi Dagang Jatim–Arab Saudi Berpotensi Transaksi Rp 6,7 Triliun

Jeddah, jatimInsight.Id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (24/9). Forum yang mempertemukan pelaku usaha dari kedua pihak tersebut mencatat potensi transaksi sebesar Rp6.716.785.201.275 atau Rp6,7 triliun lebih.

Misi dagang ini dirangkai dengan forum temu bisnis yang turut membahas industri halal dan kebutuhan pendukung penyelenggaraan ibadah haji. Selain membuka akses pasar bagi produk unggulan Jawa Timur, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk menjajaki pasokan logistik haji dan umrah ke Arab Saudi.

Adapun komoditas yang ditransaksikan meliputi briket dan arang kayu, suku cadang serta aksesori kendaraan, lembaran kaca, kertas, baterai dan aki, produk setengah jadi, produk plastik, sabun dan preparat pembersih, bahan kimia organik, refined, bleached and deodorized palm oil (RBD palm oil), produk fesyen, mesin dan peralatan industri, pakan ternak, susu dan produk olahannya, kopi dan produk olahannya, teh, jamu, rempah-rempah, kerupuk, sambal, olahan daging dan ikan, rendang, dendeng, bumbu pecel dan gado-gado, tuna kaleng, serta alpukat.

Menurut Gubernur Khofifah, besarnya nilai potensi transaksi menunjukkan terbukanya ruang kerja sama yang luas antara pelaku usaha Jawa Timur dan Arab Saudi. Komitmen yang telah dibangun perlu segera ditindaklanjuti melalui pembahasan kebutuhan produk, kapasitas pasokan, serta ketentuan perdagangan yang berlaku di kedua negara.

“Dari proses kurasi, business matching secara daring yang dilakukan berkali-kali, hingga one-on-one meeting, nilai potensi transaksi yang tercatat mencapai Rp6,7 triliun,” kata Gubernur Khofifah.

Posisi tersebut didukung oleh kapasitas Jawa Timur sebagai salah satu pusat industri, perdagangan, dan logistik, sekaligus daerah dengan ekosistem serta infrastruktur halal yang terus berkembang.

Potensi ini menjadi bagian yang ditawarkan dalam penguatan kemitraan perdagangan dan investasi antara Jawa Timur dan Arab Saudi melalui kegiatan Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Jeddah.

“Jawa Timur memiliki ekosistem industri, perdagangan, logistik, dan halal yang cukup lengkap. Ini menjadi modal penting untuk membangun kemitraan dengan Arab Saudi, termasuk dalam penjajakan rantai pasok produk dan logistik pendukung penyelenggaraan ibadah haji,” ujarnya.(rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *