Jakarta, JatimInsight.Id – Kinerja PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus membaik. Bahkan pada kuartal III/2024 laba bersih Perseroan mencapai Rp 5,11 triliun naik 21,6 persen year on year (yoy) dari tahun lalu periode yang sama yakni sebesar Rp 4,2 triliun.
Pencapaian tersebut juga didukung pertumbuhan pembiayaan sebesar 15,28 persen yoy menjadi Rp 267 triliun dengan 54,57 persen dari segmen konsumer, 27,83 persen dari segmen wholesale, dan 17,6 persen dari segmen retail.
Sedangkan, total DPK meningkat 14,92 persen yoy menjadi Rp 301,22 triliun, didominasi oleh produk tabungan yang pada periode yang sama tumbuh 13,40 persen yoy menjadi Rp130,18 triliun. Produk giro juga tumbuh 4,59 persen menajdi Rp55,64 triliun.
“Tingkat kredit macet (non-performing loan/NPL) tercatat lebih rendah 0,24 persen dibandingkan tahun lalu, yakni sebesar 1,97 persen,” kata Hery Gunardi, Direktur Utama BSI, dilansir Antara, Selasa (29/10).

Bukan hanya itu, aset perseroan juga tumbuh 15,91 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp371 triliun pada kuartal III tahun ini dari Rp320 triliun pada kuartal III 2023.
“Sejak kami merger pada 2021 sampai kuartal III 2024, Alhamdulillah pertumbuhan kami bagus, double digit dan terjaga tidak hanya dari sisi volume DPK (dana pihak ketiga) dan juga pembiayaan, tapi juga dari sisi kualitas aset kami,” ujarnya.
Sementara rasio dana murah (current account and saving account/CASA) tercatat sebesar 61,69 persen dengan pertumbuhan 18,88 persen yoy menjadi Rp186 triliun, sedangkan deposito tercatat turun 0,39 persen menjadi Rp115,39 triliun.
Hery menyatakan bahwa profitabilitas perseroan yang positif juga ditopang oleh pendapatan margin bagi hasil yang mencapai Rp18,41 triliun, atau meningkat sebesar 11,98 persen yoy.
“Fee-based income juga mampu mengalami pertumbuhan cukup tinggi sebesar 30,14 persen secara tahunan menjadi sebesar Rp3,94 triliun,” ujarnya.
Ia mengatakan bahwa berkat kinerja positif tersebut, pihaknya mampu meningkatkan pencadangan untuk pembiayaan bermasalah (cash coverage) sebesar 69 basis poin (bps) secara year-to-date (ytd) menjadi 195,04 persen.
“Dari efisiensi itu, BSI mampu menekan cost-to-income ratio atau CIR menjadi 48,99 persen. Angka ini juga menunjukkan perbaikan sebesar 87 basis poin dari posisi Desember 2023 yang lalu (ytd),” ungkap Hery. JI1/Ant

