Surabaya, JatimInsight.Id — Ditengah kondisi ekonomi yang makin menantang akibat tekanan global, PT Sekar Laut Tbk tetap optimis penjualan tahun 2026 akan tetap bertumbuh. Selain memperluas pasar ekspor, juga terus memperkuat distribusi di dalam pasar domestic.
Corporate Secretary PT Sekat Laut Tbk, Jimmy Herlambang, mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan pendapatan 10 persen dengan kenaikan laba Perusahaan sebesar 20 persen. Untuk itu pihaknya akan melakukan berbagai langkah strategis.
Untuk pasar, pihaknya akan mencari pasar baru di Kawasan Asia seperti China, Taiwan dan juga Kawasan Afrika. Hal ini untuk menutup penurunan pasar ekspor ke Timur Tengah akibat geo-politik yang makin panas akibat perang Iran – Amerika dan Israel.
“Kami sudah melakukan penjajakan. Bahkan beberapa kali pameran dagang disana. Ada beberapa potensial buyer yang ingin bekerjasama. Perluasan pasar ekspor di China, Taiwan dan Afrika ini diharapkan bisa menutup ekspor ke Timur Tengah yang menuurun karena perang Iran-Amerika dan Israel,” kata Jimmy saat public expose, Selasa (28/4).

Sementara di pasar domestik, Sekar Laut terus memperkuat jaringan distribusi agar produk menjangkau lebih luas wilayah Indonesia. Perseroan juga berencana meningkatkan kapasitas produksi, khususnya untuk produk kerupuk dan sambal yang permintaannya terus meningkat. Selain itu, peremajaan mesin dilakukan guna mendorong efisiensi operasional.
“Dengan strategi tersebut kami optimis tahun ini pendapatan akan tumbuh 10 persen. Sementara laba Perusahaan akan tumbuh 20 persen,” tambahnya.
Terkait kinerja tahun 2025, Jimmy menjelaskan, pendapatan perseroan tumbuh 16 persen secara tahunan menjadi Rp 2,65 triliun dari sebelumnya Rp 2,293 triliun. Sementara laba bersih meningkat 6 persen menjadi Rp 126 miliar dari tahun 2024 sebesar Rp 119 miliar.
“Pertumbuhan ini ditopang oleh ekspansi distribusi, melakukan inovasi produk serta terus menigkatkan kualitas,” ungkapnya .
Sementara itu, Direktur John C. Gozal menyampaikan bahwa total aset perusahaan meningkat 18 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan aset lancar sebesar 10 persen dan aset tetap yang melonjak 28 persen.
Dari sisi liabilitas, total kewajiban naik menjadi Rp816 miliar dari Rp607 miliar pada 2024, seiring peningkatan kewajiban jangka panjang hingga 77 persen untuk mendukung ekspansi investasi.
“Kami akan terus mengandalkan inovasi produk serta perluasan pasar sebagai strategi utama menjaga pertumbuhan,” ujar John. ji3

