Kelurahan Cantik Fokuskan Literasi Statistik

Surabaya, JatimInsight.Id – Pemkot Surabaya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya resmi memulai Kick Off Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) 2026. Kegiatan ini bertajuk Statistik Berkualitas untuk Intervensi yang Akurat, Tepat, dan Berdampak Nyata. Acara ini digelar di Ruang Praban, Lantai 3 Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Kamis (23/4).

Pencanangan dan sosialisasi Kelurahan Cantik difokuskan pada penguatan literasi statistik di tingkat kelurahan guna mendukung perencanaan pembangunan berbasis data yang akurat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya Syamsul Hariadi menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif berkelanjutan yang telah digulirkan sejak 2023. Memasuki tahun keempat, program ini diharapkan dapat segera direplikasi oleh seluruh wilayah.

“Pada tahun ini terdapat empat kelurahan yang menjadi percontohan. Namun, dengan total 153 kelurahan di Surabaya, diharapkan wilayah lain dapat segera mereplikasi program ini agar tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menjangkau seluruh wilayah,” ujar Syamsul.

Ia menjelaskan, karakter Kota Surabaya yang dinamis menuntut pengelolaan data yang terus diperbarui. Sebelumnya, pendataan telah dilakukan melalui program SDGs Desa, namun masih menghadapi tantangan, terutama pada proses validasi.

Sementara itu, Kepala BPS Surabaya, Arrief Chandra Setiawan menyampaikan bahwa program ini selaras dengan Agenda Pembangunan RPJMN 2025–2029. Khususnya dalam mendorong kawasan perkotaan dan perdesaan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

“Pertumbuhan ekonomi juga menjadi salah satu visi utama Wali Kota Surabaya. Program ini diharapkan mampu mendorong pembangunan kota yang lebih progresif,” ujarnya.

Pada 2026, Kecamatan Kenjeran bersama empat kelurahan terpilih, Tambak Wedi, Tanah Kali Kedinding, Bulak Banteng, dan Sidotopo Wetan ditetapkan sebagai pilot project pemutakhiran data. “Kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur dalam mengolah dan menganalisis data secara mandiri, tidak sekadar mengirimkan data mentah,” tambahnya.(rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *