Surabaya, JatimInsight.Id – Menjawab meningkatnya minat masyarakat Indonesia terhadap investasi lintas negara, GALAXY Property resmi meluncurkan Glyph International Realty, sister brand yang berfokus pada layanan konsultasi dan investasi properti internasional.
Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan ekosistem investasi global yang lebih komprehensif bagi masyarakat Indonesia. Peluncuran Glyph hadir di tengah meningkatnya tren diversifikasi aset di kalangan investor beraset tinggi.
International Monetary Fund (IMF) dalam World Economic Outlook April 2026 menyebutkan bahwa prospek ekonomi global masih menghadapi tekanan akibat meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan, fragmentasi geopolitik, serta risiko terhadap stabilitas pasar keuangan. Kondisi tersebut mendorong investor semakin selektif dalam mengelola portofolionya melalui penyebaran aset ke berbagai negara.
Di sisi lain, Indonesia justru menunjukkan prospek yang menjanjikan. Berdasarkan The Wealth Report 2026 yang diterbitkan Knight Frank, Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan pertumbuhan Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) tercepat di dunia dalam lima tahun ke depan. Jumlah individu dengan kekayaan di atas US$30 juta diperkirakan meningkat sekitar 82%, dari 3.833 orang pada 2026 menjadi 6.966 orang pada 2031.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya potensi kebutuhan masyarakat terhadap strategi investasi lintas negara yang mampu menjaga keseimbangan portofolio sekaligus menangkap peluang pertumbuhan global.

Fundamental ekonomi Indonesia juga tetap menunjukkan ketahanan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% (year-on-year) pada Triwulan I 2026, sementara Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia menunjukkan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) masih tumbuh 0,62% (year-on-year) pada periode yang sama.
Di tingkat daerah, Surabaya mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,87% pada 2025 dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai sekitar Rp830,54 triliun. Kondisi tersebut mencerminkan iklim investasi yang tetap kondusif sekaligus mendorong kebutuhan masyarakat terhadap alternatif investasi yang semakin beragam.
Seiring meningkatnya minat terhadap investasi lintas negara, masyarakat tidak lagi hanya membutuhkan akses ke proyek properti internasional, tetapi juga mitra yang mampu memberikan konsultasi, pendampingan legal, administrasi, hingga pengelolaan aset secara menyeluruh. Kebutuhan inilah yang menjadi latar belakang lahirnya Glyph International Realty.
Membangun Koridor Investasi Properti Lintas Negara Co-Founder Glyph International Realty, Kennard Nugraha, menyatakan peluncuran Glyph merupakan respons terhadap perubahan perilaku investor Indonesia yang kini semakin berorientasi pada investasi global.
“Dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, kami meyakini strategi investasi tidak lagi berbicara tentang memilih antara pasar domestik atau internasional, melainkan bagaimana membangun portofolio yang seimbang di keduanya. Properti Indonesia tetap menjadi fondasi karena didukung fundamental ekonomi yang kuat, sementara properti internasional menjadi instrumen diversifikasi untuk mengelola risiko sekaligus menangkap peluang pertumbuhan global,” ujarnya.
Berbekal pengalaman lebih dari dua dekade di industri properti, GALAXY Property menghadirkan Glyph sebagai perluasan layanan untuk memenuhi kebutuhan investasi masyarakat yang terus berkembang. Tidak hanya menyediakan akses ke berbagai proyek properti internasional, Glyph mengusung konsep cross-border real estate ecosystem yang menghubungkan investor Indonesia dengan peluang investasi global melalui pendekatan berbasis konsultasi.
Layanan yang diberikan mencakup penyusunan strategi investasi, pemilihan negara dan proyek sesuai profil risiko, pendampingan legal dan administrasi, hingga layanan purna jual sehingga investor memperoleh pengalaman investasi yang lebih aman, terarah, dan berkelanjutan. Kennard menegaskan bahwa sejak awal Glyph dibangun bukan sekadar sebagai agen pemasaran properti luar negeri, melainkan sebagai kurator sekaligus mitra strategis bagi masyarakat Indonesia dalam mengambil keputusan investasi global.
“Kami tidak ingin sekadar menjual properti luar negeri. Glyph hadir sebagai kurator yang sangat selektif. Kami tidak asal memasarkan produk, setiap proyek yang kami bawa wajib lolos penyaringan ketat, mulai dari kepastian legalitas, rekam jejak pengembang, hingga prospek imbal hasilnya. Bagi kami, fokus utamanya bukan seberapa banyak properti yang terjual, melainkan seberapa aman dan berprospek aset tersebut bagi investor,” tegas Kennard.
Berbekal rekam jejak perusahaan sejak 2002, Glyph menerapkan proses kurasi berbasis data melalui jaringan kemitraan dengan pengembang, konsultan, firma hukum, dan profesional properti di lebih dari 15 negara. Melalui pendekatan ini, investor tidak hanya mendapatkan akses ke pasar global, tetapi juga jaminan bahwa aset yang ditawarkan telah tervalidasi dari sisi keamanan hukum, pertumbuhan nilai aset (capital gain), serta potensi pendapatan sewa (rental yield).
Saat ini Glyph menghadirkan berbagai pilihan investasi properti di Australia, Jepang, Inggris, Uni Emirat Arab (Dubai), Malaysia, serta sejumlah negara strategis lainnya. Setiap pasar memiliki karakteristik yang berbeda sehingga investor dapat memilih peluang investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risikonya.
Selain membuka akses masyarakat Indonesia ke pasar properti global, Glyph juga berkomitmen membangun konektivitas investasi dua arah dengan memperkenalkan potensi pasar properti Indonesia kepada investor internasional melalui jaringan kemitraan yang dimiliki. Melalui Glyph International Realty, GALAXY Property ingin memperkuat konektivitas investasi antara Indonesia dan pasar properti global sekaligus menghadirkan layanan konsultasi yang membantu masyarakat mengambil keputusan investasi lintas negara secara lebih terarah.
Seiring meningkatnya minat investor Indonesia terhadap aset global, perusahaan optimistis pendekatan berbasis kurasi dan konsultasi ini akan menjadi fondasi dalam membangun portofolio investasi yang lebih berkelanjutan di masa depan. Ji7

