Surabaya, JatimInsight.Id – Ketua Umum Jalasenastri Fera Muhammad Ali secara resmi membuka Jalasenastri Run 2026 di Dermaga Ujung Koarmada II Surabaya, Minggu (9/8). Kegiatan lari bergengsi ini diikuti ribuan pelari dari berbagai daerah yang bersaing pada kategori 5K dan 8K umum putra putri, serta 5K khusus istri TNI–Polri.
Mengusung tema Sehat Berlari, Tulus Berbagi, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Jalasenastri yang jatuh pada 27 Agustus 2026.
Fera Muhammad Ali mengatakan, Jalasenastri Run 2026 menjadi salah satu rangkaian utama peringatan HUT ke-80 yang untuk pertama kalinya digelar pada tahun ini. “Pagi ini kita mulai sejak pukul 06.00 WIB dengan Jalasenastri Run yang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2026,” ujarnya.
Tak hanya olahraga, kegiatan ini juga diisi berbagai aksi sosial. Di antaranya donor darah, pemberian tali asih kepada 100 pengemudi ojek online perempuan berupa sembako dan voucher kebutuhan sehari-hari, hingga lomba mewarnai bagi anak-anak untuk melatih kreativitas. Selain itu, Jalasenastri juga menggelar khitanan massal bagi 206 anak sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
Untuk kegiatan donor darah, pihaknya menargetkan partisipasi hingga 1.000 orang dengan harapan dapat terkumpul sekitar 500 kantong darah. “Kita harapkan bisa mencapai 500 kantong darah agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.
Fera menegaskan, kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati hari jadi organisasi, tetapi juga menanamkan budaya hidup sehat, mempererat kebersamaan, serta memperkuat sinergi antara TNI Angkatan Laut, TNI-Polri, dan masyarakat. “Harapan saya, Jalasenastri bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam memberikan contoh hal-hal positif yang mendukung bangsa dan negara,” tambahnya.
Menariknya, lokasi kegiatan yang berada di kawasan Dermaga Ujung juga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat lebih dekat alutsista TNI Angkatan Laut, termasuk kapal perang terbaru. “Ini sangat positif agar masyarakat lebih mengenal alutsista kita, termasuk kapal Brawijaya. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih memahami dan bangga terhadap kekuatan pertahanan laut Indonesia,” pungkasnya.(rda)

