Banyuwangi, JatimInsight.Id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meresmikan PT Sunrise Masami Internasional di Kabupaten Banyuwangi, Jumat (3/7).
Didampingi Direktur PT Sunrise Masami Internasional Aminoto, Marketing Director PT Pasifik Masami Indonesia Sherly Indrawati Aminoto Kho, Chairman Sunrise Group Eric Lam Wing Po, serta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita.
Tak hanya meresmikan, di kesempatan ini, Gubernur Khofifah turut meninjau pabrik dan pengoperasian alat-alat industri penghasil kemasan logam tersebut. Ia juga melihat langsung bagaimana proses cetak dan laminasi kaleng, serta menyapa para pegawai.
Gubernur Khofifah menyatakan, kehadiran PT Sunrise Masami Indonesia menjadi langkah strategis memperkuat industri substitusi impor. Sehingga, percepatan hilirisasi di berbagai sektor, termasuk perikanan , makanan dan minuman, dapat dicapai di seluruh wilayah Jawa Timur dan Indonesia secara keseluruhan.
“Industri substitusi impor ini sebetulnya program yang sangat lama diinisiasi sejak awal orde baru. Ternyata tidak bisa bim salabim, tidak bisa dilakukan dalam waktu cepat, semua harus berproses, ikhtiar dan komitmen yang kuat,” tegasnya.
“Hari ini ada harapan baru, new hope dan good news, karena PT Sunrise Masami Internasional akan memperkuat industri substitusi impor, terutama pada produk industri kaleng yang selama ini masih diimpor,” kata Khofifah.
Tak hanya itu, kehadiran pabrik ini diharapkan akan mengangkat nilai jual produk perikanan, makanan dan minuman. “Sejak tahun 1992 saya selalu menyampaikan konsep petik, olah, kemas, jual. Nelayan memetik ikan dari laut, jangan langsung dijual karena nilai tambahnya kecil. Harus diolah, dikemas, baru dijual, bahkan diekspor.
Sementara itu, Direktur PT Sunrise Masami Internasional Aminoto yang sambutannya diwakili oleh Marketing Director PT Pasifik Masami Indonesia Sherly Indrawati Aminoto Kho mengatakan, pabrik tersebut berdiri atas kolaborasi untuk mewujudkan mimpi menjadikan Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara sekaligus dunia.
“Hari ini bukan sekadar pembukaan sebuah fasilitas baru. Ini adalah kolaborasi untuk mewujudkan mimpi menjadikan Banyuwangi di Jawa Timur ini sebagai gerbang baru Nusantara dan dunia. Banyuwangi memiliki potensi luar biasa, ada laut, gunung, kota, dan yang paling penting adalah sumber daya manusianya. Karena itu kami akan terus menghadirkan investor baru ke Banyuwangi,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pabrik tersebut dibangun melalui skema joint venture dengan Sunrise Group sebagai salah satu produsen kemasan logam terbesar di China yang memproduksi sekitar 13 miliar kaleng per tahun. Partnership itu dapat melahirkan pemasok berbagai merek global seperti Pepsi, Red Bull, serta sejumlah produk internasional lainnya.(rda)

