Gubernur Khofifah Ajak Warga Jatim di Kepri Perkuat Kebersamaan dan Kerja Sama Pembangunan

Surabaya, JatimInsight.Id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak warga asal Jawa Timur yang bermukim di Kepulauan Riau (Kepri) untuk terus menjaga kekompakan sekaligus berkontribusi dalam pembangunan daerah perantauan.

Khofifah menekankan pentingnya semangat guyub, rukun, dan saling mendukung sebagai modal sosial yang dapat memperkuat hubungan ekonomi antara Jatim dan Kepri.

“Kami berharap masyarakat Kepri asal Jawa Timur tetap nyambung seduluran. Energi kebersamaan ini penting untuk terus trengginas dan aktif dalam pembangunan,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (8/12).

Menurut dia, keterlibatan warga Jatim di Kepri tidak hanya mempererat jaringan persaudaraan, tetapi juga menjadi penghubung penting dalam membuka peluang usaha, perdagangan, dan kerja sama antardaerah.

Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, siap memperluas kolaborasi dengan Kepri pada berbagai sektor, mulai dari perdagangan, pertanian, pendidikan, kebudayaan, hingga sektor-sektor lain yang berpotensi dikembangkan.

“Kami ingin ada dialog dua arah untuk menggali potensi masyarakat Kepri yang berasal dari Jatim. Harapannya, hubungan Jatim–Kepri makin erat dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat di kedua wilayah,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penguatan pasar antardaerah membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Karena itu, Khofifah mendorong peningkatan kapasitas SDM, perluasan akses pasar, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat pemasaran produk unggulan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jatim di Kepri yang telah menjaga harmoni dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menyambut baik kehadiran Khofifah dan menjelaskan bahwa Kepri merupakan daerah heterogen dengan keragaman etnis, di antaranya Melayu, Jawa, Batak, Minang, dan Tionghoa. Keheterogenan tersebut, katanya, tidak menghambat terciptanya keharmonisan.

“Sebagai kawasan perbatasan dengan aktivitas ekonomi tinggi, Kepri dihuni banyak perantau termasuk dari Jatim. Meski beragam, masyarakat hidup rukun, aman, dan damai. Sejak 2022 hingga 2025, tingkat toleransi dan moderasi beragama berada di posisi ketiga nasional,” tutur Ansar.

Ketua Paguyuban Masyarakat Jawa Timur di Kepri, Imam Tohari, juga mengapresiasi kunjungan Khofifah. Ia berharap kehadiran Gubernur Jatim itu dapat membuka peluang kerja sama baru, terutama dalam bidang ketenagakerjaan dan perdagangan.

“Kami berharap peluang-peluang tersebut membantu meningkatkan kesejahteraan warga asal Jatim yang tinggal di Kepri,” ujarnya. JI7

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *