Manggarai Timur, JatimInsight.Id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tak sekadar datang membawa bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di lokasi pengungsian Benteng Jawa, Desa Lamba Keli, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur , Senin (24/8).
Gubernur Khofifah duduk bersama anak-anak ikut bermain ular tangga, berbincang dengan para ibu hingga terharu mendengar kisah warga yang kehilangan tempat tinggal. Anak-anak pun langsung menyambut ajakan tersebut. Suasana pengungsian yang sebelumnya berlangsung tenang berubah lebih ceria. Khofifah ikut bermain sambil sesekali berbincang dengan anak-anak dan menanyakan aktivitas mereka selama berada di pengungsian.
Di sela permainan, Khofifah juga menanyakan kebutuhan anak-anak. Termasuk perlengkapan sekolah yang nantinya diperlukan ketika kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal. Ia meminta kebutuhan tersebut disampaikan kepada Pemprov Jatim agar dapat dibantu. Khofifah secara khusus menyebut tas dan sepatu sekolah sebagai perlengkapan yang perlu disiapkan bagi anak-anak terdampak gempa.
Sebelumnya, Pemprov Jatim telah menyalurkan bantuan kemanusiaan dan dukungan CSR untuk masyarakat terdampak gempa di Manggarai Timur sebanyak 52,9 ton dengan nilai Rp2.285.687.700. Pemprov Jatim sebelumnya telah mengirimkan tujuh dokter dari RSUD dr. Soetomo untuk bergabung dalam pelayanan kesehatan di RSUD Ruteng sejak 17 Agustus 2026.
Selain pelayanan medis, Pemprov Jatim juga menyiapkan empat tenaga untuk memberikan layanan dukungan psikososial (LDP), khususnya bagi anak-anak. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang tidak hanya menyentuh kebutuhan fisik, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat.
Sementara itu, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas menyampaikan apresiasi atas perhatian Khofifah dan Pemprov Jatim kepada masyarakat yang terdampak gempa, khususnya warga di Benteng Jawa.
Menurut Agas, kehadiran langsung Khofifah di tengah warga memiliki arti tersendiri. Bukan hanya bantuan yang dibawa, tetapi juga kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi mereka secara langsung dan mendapatkan penguatan di tengah situasi sulit.(rda)

