Gelar Pasar Murah ke-300 di Bojonegoro, Gubernur Khofifah Yakin Kebutuhan Warga Akhir Tahun Terpenuhi

Surabaya, JatimInsight.Id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan keyakinannya bahwa kebutuhan logistik masyarakat dapat terpenuhi hingga akhir 2025 melalui pelaksanaan pasar murah bersubsidi yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Bojonegoro menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Pasar murah ke-300 tersebut dilaksanakan di halaman Balai Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, dan menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus mengendalikan inflasi daerah.

“Ini merupakan pasar murah yang ke-300 di penghujung tahun 2025. Harapannya, akses masyarakat terhadap kebutuhan logistik bisa semakin dekat dan terjangkau. Saya juga selalu mengingatkan agar lokasi pasar murah tidak berdekatan dengan pasar tradisional,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Minggu (21/12).

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah serta jajaran kepala perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia meninjau langsung aktivitas jual beli dan berdialog dengan warga yang memanfaatkan pasar murah.

Menurut Khofifah, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harga sejumlah kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan. Oleh karena itu, keberadaan pasar murah dinilai efektif sebagai langkah intervensi pemerintah untuk menekan lonjakan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

“Alhamdulillah, setiap pelaksanaan pasar murah selalu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Antusiasme warga menunjukkan bahwa program ini benar-benar dibutuhkan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh komoditas yang dijual di pasar murah mendapat subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan bersifat melengkapi berbagai program pengendalian inflasi yang telah dijalankan pemerintah kabupaten dan kota.

“Pasar murah ini merupakan bagian dari upaya stabilisasi harga dan pengendalian inflasi. Sifatnya saling melengkapi dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Khofifah juga menambahkan bahwa potensi fluktuasi harga pangan diperkirakan masih akan berlanjut hingga memasuki Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, sehingga pasar murah menjadi langkah antisipatif untuk menjaga kestabilan ekonomi masyarakat.

Adapun komoditas yang disediakan dalam pasar murah tersebut meliputi beras premium seharga Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per sak lima kilogram sebanyak satu ton, beras SPHP sebanyak 10 ton dengan harga Rp11.000 per kilogram, gula pasir Rp14.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per pak, serta bawang, tepung terigu, dan daging ayam ras dengan stok yang mencukupi. JI3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *