Gabungkan Seni Modern dan Tradisional, Flores Classical Ballet School Sukses Gelar Lutung Kasarung di Ciputra Hall

Surabaya, JatimInsight.Id – Kepedulian sekolah balet terkenal di Surabaya, Flores Classcical Ballet School (FCBS) terhadap seni dan budaya Indonesia tidak diragukan lagi. Hal itu dibuktikan  dalam setiap kali menggelar event selalu mengambil tema cerita rakyat dari berbagai daerah di Indonesia.

Seperti yang dilakukan pada Hari Sabtu tanggal 2 November 2024, bertempat di Ciputra Hall Surabaya, FCBS yang sudah berstandar internasional ini kembali mengadakan Recital atau Pagelaran bertajuk Lutung Kasarung. Acara itu mendapat sambutan hangat dari para pecinta seni dan budaya Indonesia di Surabaya yang memadati Ciputra Hall berkapasitas 700 seat.

Winadi Yuwono, Direktur Flores Classical Ballet School mengatakan, pihaknya secara rutin memang mengadakan event seni dan budaya setiap tiga tahun sekali seperti saat graduation dan moving class. Dan kali ini merupakan pagelaran yang ke 9 kalinya sejak sejak FCBS berdiri tahun 1986.

“FCBS selalu mengadaptasi cerita rakyat pada setiap pagelaran tari yang diadakan. Tujuannya untuk menggugah semangat dan mengedukasi kepada generasi muda tentang seni dan budaya asli Indonnesia,” ujar Winadi saat ditemui di lokasi pertunjukan Lutung Kasarung, Sabtu (2/11).

BEST PERFORMANCE: Salah satu performance FCBS dalam Pagelaran Lutung Kasarung yang menggabungkan seni tradisional dan modern di Ciputra Hall Surabaya, Sabtu (2/11). (Foto Dok.)

Winadi melanjutkan, perubahan dan perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat banyak budaya asing yang mempengaruhi anak-anak muda. Sehingga mereka banyak lebih mengenal cerita Cinderella, Romeo & Juliet dan Copella.

Padahal, Indonesia juga memiliki beragam cerita rakyat dari berbagai daerah yang tidak kalah menarik seperti Dewi Nawangwulan, Ande-Ande Lumut, Bawang Merah-Bawang Putih, Keong Emas dan lainnya. Untuk itu, dengan menggabungkan seni tari modern, ballet dan seni tradisional dalam setiap kali pertunjukan FCBS, dia berharap anak-anak muda semakin mengenal aneka budaya asli Nusantara.

“Kami bangga dengan dedikasi para siswa FCBS sehingga acara ini berjalan dengan baik. Kami juga sampaikan terimakasih pada para orang tua, pengajar dan seluruh tim yang telah mendukung pagelaran ini. Kami juga mengkombinasikan kain batik pada kostum yang digunakan para penari. Semoga acara ini bisa menginspirasi generasi muda,” tambah Winadi.

Semenetara itu, Wakil Direktur Flores Classical Ballet School, Astrella Sharleen, menambahkan, dalam Pagelaran Lutung Kasarung kali ini, pihaknya didukung 200 siswa FCBS. Selain dari Surabaya, mereka juga berasal dari cabang FCBS di Malang, Jogjakarta dan Banjarmasin.

Pihaknya memang sengaja melibatkan banyak siswa FCBS dari kota lain agar mereka merasakan dan punya pengalaman bagaimana performance digedung besar dan ditonton banyak orang. Karena itu, latihan dilakukan secara intensif dan marathon agar para siswa FCBS bisa perform dengan baik.

“Persiapan pagelaran Lutung Kasarung ini kami lakukan sejak 6 bulan lalu. Namun Latihan intensif kami lakukan sejak 3 bulan yang lalu secara online melalui zoom. Latihan juga dilakukan di masing-masing cabang  FCBS dengan dibimbing para guru professional,” kata Astrella.

Dijelaskan, selain mengedukasi, pagelaran Lutung Kasarung juga sarat dengan pesan moral. Misalnya, Purbasena dan Purbagati yang merasa iri hati pada kakaknya, Purbasari yang berwajah cantik dan ditunjuk menjadi ratu.

Mereka minta bantuan tukang sihir agar wajah Purbasari menjadi jelek dan diasingkan di hutan. Selanjutnya Purbasena dan Purbagati yang menjadi ratu. Ditengah hutan, Purbasari yang berhati emas, bertemu dengan banyak hewan yang diperlakukan dengan baik.

Akhirnya Purbasari bertemu dengan Lutung Kasarung yang sebenarnya titisan dari Kahyangan. Purbasari merasa senang atas kebaikan Lutung Kasarung dan jatuh cinta. Setelah sembuh dan cantik jelita lagi, Purbasari kembali diangkat jadi ratu.

“Disini pesan moralnya, jadi orang tidak boleh iri dengan apa yang didapat orang lain. Karena semua sudah diberikan dari Tuhan. Selain itu, kita juga harus berbuat baik pada semua makhluk termasuk dengan hewan-hewan,” tutur Astrella.

Astrella melanjutkan, FCBS merupakan salah satu sekolah balet ternama di Surabaya. FCBS berdiri sejak tahun 1986 dan meluluskan banyak penari balet Berkelas. Berbagai penghargaan juga sudah diraih  baik dari dalam maupun luar negeri.

“FCBS juga sekolah ballet berstandar internasional dan bersertifikasi resmi dari Royal Academy of Dance. Lulusan FCBS bisa bekerja sebagai professional ballerina dan diakui di seluruh dunia,” tutup Astrella. JI5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *