Jakarta, Isu perubahan iklim kini menjadi fokus dunia. Demikian juga di Indonesia, pemerintah semakin serius untuk mengantisipasi perubahan iklim dan resiko bencana hidrometeorologi dengan menggencarkan ekonomi hijau sebagai inti dari strategi pembangunan nasional.
Hal ini mendapatkan dukungan dari para pelaku usaha baik swasta maupun BUMN. Salah satunya adalah PT Surveyor Indonesia. Anggota Danantara ini bahkan secara khusus telah meluncurkan platform SIClirisk untuk menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin komplek.
Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi menyebutkan, pihaknya mendukung upaya pemerintah dalam hal mitigasi atas perubahan iklim yang terjadi. Hal ini merupakan wujud komitmen Perusahaan dalam mendukung ekonomi hijau yang telah dicanangkan pemerintah.
“Kami meyakini, perubahan iklim ini tidak cukup hanya menjadi perhatian pemerintah semata, tapi juga perlu langkah strategis yang dilakukan para dunia usaha dan masyarakat,” Fajar, Jumat (8/5).

Dijelaskan, perubahan iklim tidak lagi hanya menjadi isu lingkungan, tetapi telah menjadi faktor risiko yang perlu dimitigasi secara terukur oleh dunia usaha. Perusahaan membutuhkan pendekatan berbasis data untuk memahami potensi risiko yang dapat mempengaruhi operasional, aset, maupun keberlanjutan usaha ke depan.
Selain itu, kebutuhan terhadap sustainability assurance dan climate risk assessment juga terus meningkat seiring berkembangnya implementasi prinsip ESG di berbagai sektor industri.
“Saat ini, kami telah meluncurkan SIClirisk, yaitu solusi digital untuk menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. Pengembangan SIClirisk merupakan bagian dari strategi PT Surveyor Indonesia dalam memperkuat Green Services dan Sustainability Assurance sebagai bagian dari transformasi industri TICC (Testing, Inspection, Certification, and Consultation),” ungkap dia
Melalui SIClirisk, para pelaku usaha dapat terbantu dalam melakukan identifikasi, analisis, serta mitigasi risiko iklim secara lebih komprehensif. Dengan memanfaatan teknologi geospasial, AI, dan analitik data, hal ini menjadi penting bagi kalangan usaha untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Harapannya, SIClirisk dapat mendukung pelaku usaha dalam memperkuat manajemen risiko iklim, meningkatkan transparansi sustainability, serta mendukung transformasi menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan”.
SIClirisk disiapkan dengan dashboard interaktif yang mengintegrasikan berbagai layer data seperti tutupan lahan, deforestasi, emisi, konservasi, serta analitik risiko iklim berbasis data citra satelit dan geospasial.
“Platform ini juga menyediakan berbagai fitur seperti Climate Risk Rating, Carbon Stock Mapping, Flood Risk Assessment, Hydrology Modelling System, Early Warning System, Sustainability Planning, hingga Green Financing Support,” tutup Fajar. ji5

