Dosen dan Mahasiswa UNUSA Berdayakan Ibu-Ibu Lewat Edukasi Gizi dan Wirausaha Pangan Lokal

Surabaya, JatimInsight.Id – Tim dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) bersama mahasiswa Program Studi S1 Kebidanan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di RW 2, Kelurahan Pacarkembang, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Kegiatan ini mengintegrasikan pendidikan gizi dan kewirausahaan pangan lokal bagi ibu-ibu dengan balita berisiko stunting.

Ketua tim pelaksana, Yati Isnaini Safitri, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memberdayakan para ibu rumah tangga melalui dua pendekatan utama, yakni pendidikan kesehatan reproduksi dan pelatihan ekonomi produktif berbasis pangan lokal.

“Kami ingin para ibu tidak hanya memahami pentingnya gizi seimbang dan kesehatan reproduksi, tetapi juga memiliki keterampilan mengolah bahan pangan sederhana seperti ikan lele menjadi produk yang bernilai jual,” ujarnya dalam keterangan resminya, Senin (10/11).

Program ini merupakan bagian dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat 2025 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ditjen Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Sebanyak 10 ibu anggota Dasawisma RW 2 dan 10 Kader Surabaya Hebat (KSH) mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua pekan. Peserta mendapatkan pelatihan mulai dari edukasi gizi dan reproduksi, hingga praktik mengolah produk pangan seperti abon lele, roti Floss Roll lele, dan minuman herbal bunga telang.

Pada tahap selanjutnya, peserta diajari teknik pengemasan, pelabelan, dan pemasaran digital agar produk dapat dipasarkan melalui platform daring. Dari hasil evaluasi, terjadi peningkatan pengetahuan gizi peserta hingga 40 persen, serta terbentuk kelompok usaha baru bernama “Dapur Sehat Kembang Ikan” yang kini mulai memasarkan produknya lewat media sosial.

Selain pelatihan teknis, tim UNUSA juga menyiapkan program pendampingan enam bulan guna menjamin keberlanjutan usaha, mencakup pembukuan sederhana, pengendalian kualitas, penguatan merek, hingga pengurusan izin usaha seperti PIRT dan sertifikasi halal.

Yati menegaskan, kegiatan ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

“Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah daerah, model pemberdayaan di RW 2 Pacarkembang ini diharapkan menjadi contoh praktik baik yang bisa direplikasi di wilayah padat penduduk lainnya,” pungkasnya. JI5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *