Baznas Jatim Bagi Seribu Kacamata Gratis untuk Guru

Surabaya, JatimInsight.Id– Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur memberikan 1.000 kacamata gratis kepada para guru Taman Kanak-Kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ). Program tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang digelar di Gedung Islamic Center, Minggu (11/10).

Program ini tidak hanya berupa pemberian kacamata gratis, tetapi juga meliputi pemeriksaan kesehatan mata bagi para guru. Melalui kegiatan tersebut, Pemprov Jatim bersama Baznas berupaya meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus memberikan perhatian kepada para pendidik yang berperan penting dalam membangun generasi masa depan.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi kolaborasi Baznas Jatim dengan berbagai elemen strategis dalam menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut mencerminkan pendekatan pembangunan manusia yang mencakup berbagai sektor, mulai pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan.

“Kami memberikan apresiasi yang luar biasa atas sinergi dan kolaborasi Baznas Jawa Timur yang mengoordinasikan sangat banyak elemen. Partnership antara Baznas dengan berbagai elemen strategis ini kemudian diwujudkan dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim,” ujar Khofifah.

Dia menjelaskan, program Baznas tersebut memiliki pendekatan yang komprehensif karena tidak hanya berfokus pada satu bidang. Di sektor pendidikan, terdapat program beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana. Di sektor ekonomi, ada bantuan rombong usaha dan modal bagi masyarakat. Sementara di bidang kesehatan, perhatian diwujudkan melalui pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis.

Dalam pelaksanaannya, program tersebut turut melibatkan RSUD dr. Soetomo dan Rumah Sakit Mata Masyarakat (RSMM) untuk mendukung layanan kesehatan mata sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Sementara itu, Ketua Baznas Jatim Mohammad Ghofirin mengatakan, para guru dipilih sebagai penerima manfaat karena profesi tersebut masih membutuhkan perhatian dari berbagai pihak, terutama terkait kesejahteraan.

“Guru kita kenal kesejahteraannya masih membutuhkan perhatian, berbeda dengan profesi lainnya. Ada istilah guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Itulah alasan mengapa Baznas memilih guru untuk mendapatkan perhatian berupa kacamata standar optik, bukan kacamata biasa,” kata Ghofirin.

Dia menjelaskan, para guru terlebih dahulu menjalani pemeriksaan mata sebelum memilih bingkai kacamata sesuai selera masing-masing. Setelah itu, kacamata diproduksi berdasarkan kebutuhan penerima dan didistribusikan melalui sekolah masing-masing.

Ghofirin berharap, program tersebut dapat diperluas ke berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Untuk mewujudkannya, Baznas Jatim berencana memperkuat sinergi dengan Baznas kabupaten-kota serta melibatkan para muzaki dan munfik agar program serupa dapat direplikasi di daerah.(rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *