Ajak Warga Surabaya Kenali Ragam Sumber Protein

Surabaya, JatimInsight.Id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengajak masyarakat memperluas pilihan sumber protein dalam menu sehari-hari. Warga tidak perlu bergantung pada daging ayam dan sapi, karena kebutuhan protein juga dapat dipenuhi melalui ikan, telur, tahu, tempe, hingga kacang-kacangan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, keberagaman pangan penting untuk membentuk pola konsumsi yang sehat sekaligus menjaga ketahanan pangan keluarga.

“Pangan sumber protein tidak hanya berasal dari daging ayam dan daging sapi. Masyarakat dapat memilih dan mengonsumsi berbagai sumber protein secara bergantian sesuai kebutuhan keluarga,” kata Nanik, Kamis (3/9).

Menurutnya, diversifikasi pangan bukan berarti masyarakat harus meninggalkan konsumsi ayam maupun daging sapi. Namun, warga didorong memiliki lebih banyak pilihan agar pemenuhan kebutuhan gizi tidak bergantung pada satu atau dua jenis pangan.

Pola tersebut sejalan dengan konsep Pola Pangan Harapan (PPH), yang mendorong masyarakat mengonsumsi pangan secara beragam dan proporsional dari berbagai kelompok makanan. “Pola makan yang baik adalah pola makan yang beragam, bergizi, seimbang, aman, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Jadi, sumber protein bisa diperoleh dari berbagai jenis pangan,” ujarnya.

Ajakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat di tengah dinamika konsumsi pangan. Berdasarkan catatan survei harga konsumen BPS Kota Surabaya, pada Juli 2026 secara month-to-month (m-to-m) Kota Surabaya mengalami deflasi sebesar 0,22 persen. Dalam periode tersebut, telur ayam ras dan daging ayam ras termasuk komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi.

Data tersebut menunjukkan bahwa pergerakan konsumsi dan ketersediaan pangan dapat berubah dari waktu ke waktu. Karena itu, Nanik menilai masyarakat perlu memiliki kebiasaan mengonsumsi pangan yang beragam sehingga pilihan makanan keluarga tidak hanya terpusat pada komoditas tertentu.

“Diversifikasi pangan adalah membiasakan keluarga memiliki banyak pilihan. Hari ini bisa ikan, kemudian telur, tahu, tempe atau sumber protein lainnya. Ayam dan daging sapi tetap bisa dikonsumsi, tetapi tidak harus menjadi satu-satunya pilihan,” jelasnya.(rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *