Surabaya, JatimInsight.Id – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda Literasi Surabaya Rini Indriyani menghadiri kegiatan Cerita Ayah Eri dan Bunda Rini itu Asyik (Ceria), di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (Stiesia), Selasa (12/5). Kegiatan ini turut diikuti oleh jajaran kepala perangkat daerah (PD) di lingkungan Pemkot Surabaya.
Pada kesempatan itu, Pemkot juga mendatangkan sebanyak 300 keluarga pemula untuk mengikuti kegiatan Ceria. Kegiatan ini digelar bertujuan untuk meningkatkan literasi antara orang tua dengan anak di Kota Surabaya.
Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, dalam kegiatan ini sengaja mengundang orang tua pemula atau pasangan suami istri (pasutri) yang baru menikah. Agar setiap orang membiasakan mendongeng ketika bersama anak-anaknya. Dengan cara ini, maka secara tidak langsung orang tua akan membatasi anak untuk menggunakan gawai.
“Dengan mendongeng itu, maka ada kedekatan antara orang tua dengan anak. Yang kedua, orang tua bisa memberikan pesan-pesan yang mudah masuk (dimengerti) biasanya melalui dongeng itu,” katanya.
Eri optimis, cara ini akan lebih efektif untuk mendidik, daripada harus memberikan fasilitas gawai kepada anak. Dirinya prihatin, di masa sekarang banyak orang tua yang sudah mulai melupakan mendongeng dan lebih memilih memberi fasilitas gawai kepada anak-anaknya.
Melalui dongeng, lanjut dia, juga akan lebih mudah menanamkan nilai-nilai sosial, moral, dan budaya lokal kepada anak. Selain itu, juga akan memperkuat hubungan antara orang tua dengan anak di Kota Surabaya.
Di samping itu, Kepala Dispusip Kota Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, kegiatan mendongeng ini tidak hanya berhenti di sini. Akan tetapi, Dispusip akan menggelar pelaksanaan mendongeng di berbagai wilayah di Kota Surabaya.
“Adanya kegiatan ini kami harapkan bisa menjadi awal untuk meningkatkan literasi di wilayah-wilayah. Harapan kami teman-teman yang mengikuti bimbingan teknis kali ini bisa membawa kegiatan positif di berbagai wilayah,” kata Yusuf.(rda)

