Satpol PP Surabaya akan Dilatih Komunikasi Humanis

Surabaya, JatimInsight.Id– Pemkot Surabaya terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan penertiban di lapangan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam setiap tindakan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat berinteraksi dengan masyarakat.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai dinamika yang terjadi lapangan. Mulai dari penertiban eksploitasi hewan, donasi ilegal, hingga evaluasi kesalahpahaman saat bertugas.

Eri menekankan bahwa penindakan di lapangan harus sesuai prosedur dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan. “Saya selalu menyampaikan ke semua petugas Satpol PP untuk mengedepankan aspek humanis ketika sedang melakukan penertiban atau bertanya pada masyarakat,” kata Eri, Senin (28/9).

Selain penertiban di jalanan, Eri juga memberikan klarifikasi mengenai insiden viral petugas Satpol PP yang diduga menghentikan laju ambulan. Berdasarkan pemeriksaan internal oleh kasatpol PP, petugas di lapangan bertindak atas dasar kehati-hatian karena melihat kondisi spion ambulans yang tertutup saat sirine berbunyi.

“Petugas ingin memastikan apakah ambulan tersebut benar-benar membawa pasien. Setelah mengetahui ada pasien di dalamnya, ambulan langsung dipersilakan melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Meski demikian, Eri tidak menampik kemungkinan adanya kekeliruan dalam penggunaan gaya bahasa dan cara berkomunikasi petugas di lapangan sehingga memicu salah paham. “Sikap kehati-hatian itu penting, tetapi cara bertanyanya harus diperbaiki. Jangan sampai kalimat yang digunakan menimbulkan persepsi atau ketegangan yang tidak perlu. Kalimat bertanya yang benar dan sopan itulah yang harus diajarkan,” tegasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkot Surabaya melalui Satpol PP akan mengintensifkan pelatihan cara berkomunikasi yang efektif dan humanis bagi seluruh personel.

Menurut Eri, pendekatan persuasif tanpa kekerasan jauh lebih efektif dalam menegakkan aturan dan menjaga ketertiban kota. “Sekarang masyarakat bisa lihat sendiri, Satpol PP saat bertugas, bahkan saat menertibkan, komunikasinya jauh lebih humanis. Kami ajarkan bagaimana menegakkan aturan dan mengedukasi fungsi regulasi tanpa harus menggunakan kekerasan. Penertiban secara humanis itu jauh lebih baik,” pungkasnya. (rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *