Surabaya, JatimInsight.Id – Pemkot Surabaya mewajibkan setiap penyelenggaraan event di Kota Pahlawan melibatkan pelaku UMKM. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan event berskala regional, nasional, hingga internasional turut memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi mengatakan, Pemkot Surabaya terus mendukung berbagai event yang digelar di Kota Pahlawan. Salah satunya adalah event olahraga yang menjadi bagian dari pengembangan sport tourism.
“Sebagai tujuan yaitu sport tourism, kami selalu mendukung karena ini akan berdampak yang sangat luar biasa baik pertumbuhan ekonomi, okupansi hotel, dan sebagainya,” ujar Herry, Jumat (25/9).
Salah satu event olahraga yang digelar di Kota Surabaya adalah Bank Jatim JConnect Run Soerabaja 10K pada Minggu (27/9). Kegiatan tersebut mengambil titik start di halaman Balai Kota Surabaya dan diikuti peserta dari berbagai daerah.
Herry menilai, kehadiran peserta dari luar Surabaya maupun Jawa Timur berpotensi memberikan dampak perputaran ekonomi. Sebab, para peserta membutuhkan akomodasi dan berbagai kebutuhan selama berada di Kota Pahlawan.
Karena itu, Pemkot Surabaya mendorong peserta event untuk memanfaatkan waktu mereka dengan menikmati destinasi wisata dan kuliner yang ada di Kota Pahlawan. “Karena mereka datang ke sini tidak hanya ikut run, pastinya akan menikmati destinasi kuliner, dan sebagainya,” katanya.
Menurut Herry, keterlibatan UMKM menjadi salah satu upaya konkret pemkot agar penyelenggaraan event memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat. Untuk itu, penyelenggara event diwajibkan berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumdag) Surabaya. “Karena setiap penyelenggara, pemerintah kota itu mewajibkan berkolaborasi dengan Dinkopumdag Surabaya. Jadi menyertakan UMKM wajib hukumnya,” tegas Herry.
Ia mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan aktivitas dan pendapatan usahanya selama event berlangsung. “Jadi setiap event yang ada di Kota Surabaya kami selalu ingin berkolaborasi memberikan kesempatan kepada UMKM agar perekonomian mereka juga meningkat dibandingkan hari-hari biasa,” ujarnya.
Pada sisi lain, Herry menekankan bahwa dampak penyelenggaraan event juga perlu dilihat secara lebih luas. Artinya, event tersebut tidak hanya dilihat dari aktivitas di lokasi, tetapi juga dari efek ekonomi yang muncul di berbagai sektor. “Multiplier effect yang harus dilihat. Jadi jangan hanya melihat, oh ini jalannya macet, tetapi dampaknya kepada pertumbuhan perekonomian di Kota Surabaya itu yang harus kita ukur,” katanya.
Selain aspek ekonomi, Pemkot Surabaya juga memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung pelaksanaan event olahraga. Pemeriksaan dilakukan terhadap jalur yang akan dilalui peserta, termasuk kondisi jalan dan penerangan. “Jadi upaya kami dari Pemerintah Kota Surabaya ini selalu support full. Termasuk dari race-nya, jalan-jalannya, apabila yang akan dilalui oleh para peserta itu ada yang berlubang, maupun dari lampunya (PJU),” kata Herry.
Herry berharap, event yang memberikan dampak positif terhadap perekonomian dapat dikembangkan menjadi agenda tahunan. Salah satunya adalah event lari yang memiliki potensi untuk terus berkembang. Namun, penyelenggara juga diharapkan menghadirkan inovasi dalam setiap pelaksanaan.(rda)

