Surabaya, JatimInsight.Id – Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mendorong pemanfaatan ekosistem digital untuk memperkuat pemasaran produk-produk dari kawasan transmigrasi.
Melalui kolaborasi dengan konten kreator dan pelaku afiliasi, pemerintah berharap komoditas unggulan daerah transmigrasi mampu menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dia menegaskan bahwa paradigma transmigrasi kini telah bergeser. Program tersebut tidak lagi berorientasi pada pemindahan penduduk semata, melainkan diarahkan untuk membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis teknologi digital.
“Transmigrasi hari ini bukan lagi sekadar memindahkan orang, tetapi membangun ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar M. Iftitah saat pembukaan FYC Fest 2026: Festival Ekonomi Digital di Surabaya, Sabtu (11/7).

Ia menjelaskan, konsep transmigrasi digital yang dikembangkan Kementerian Transmigrasi mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan masyarakat, pemanfaatan teknologi, hingga pembukaan akses pasar bagi berbagai produk unggulan.
Kawasan transmigrasi memiliki potensi ekonomi yang sangat beragam, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, pertambangan, minyak dan gas, hingga pariwisata. Potensi tersebut akan dioptimalkan melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, serta pelaku ekonomi digital.
Pemerintah menggandeng kalangan akademisi. Tahun lalu sebanyak 2.000 peneliti dari tujuh perguruan tinggi diterjunkan ke kawasan transmigrasi. Sementara pada tahun ini, sebanyak 1.476 peserta dari 10 perguruan tinggi terbaik bersama 143 perguruan tinggi lokal akan melaksanakan riset, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat.
Iftitah juga membuka peluang bagi para transmigran untuk menjadi konten kreator maupun affiliator sehingga dapat memasarkan produk secara langsung melalui berbagai platform digital.
“Kami ingin para transmigran juga menjadi konten kreator dan affiliator agar produk mereka memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai transformasi digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas daerah, bukan sekadar memperbesar konsumsi terhadap produk dari luar.
Menurut Emil, dengan nilai perekonomian Jawa Timur yang telah melampaui Rp3.000 triliun per tahun, provinsi ini memiliki peluang besar menjadi penghubung antara daerah asal dan tujuan transmigrasi melalui penguatan jaringan usaha berbasis digital.
Ia mendorong pelaku usaha di Jawa Timur mengambil peran sebagai off-taker bagi produk-produk kawasan transmigrasi sehingga tercipta hubungan ekonomi yang saling menguntungkan antarwilayah.
Selain memperkuat jejaring usaha, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus memperluas akses internet melalui pengurangan wilayah blank spot bekerja sama dengan Telkom Group serta pemanfaatan program Universal Service Obligation (USO).
“Transmigrasi saat ini telah berkembang menjadi pembangunan ekosistem ekonomi yang saling terhubung melalui teknologi digital guna menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru sekaligus memperkuat perekonomian nasional,” tutur Emil.
FYC Fest Surabaya 2026
FYC Group meresmikan penyelenggaraan FYC Fest Surabaya 2026 yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026 di Tunjungan Plaza 3 Surabaya. Selain dihadiri para konten kreator, afiliator, acara tersebut juga melibatkan sejumlah UMKM di Surabaya.
“Festival ini menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah, industri, kreator digital, UMKM, dan komunitas dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital nasional,” ujar Kenneth Symour, Direktur FYC Group.
Dikatakan, kegiatan FYC Fest 2026: Festival Ekonomi Digital juga dimaksudkan untuk membangun ekosistem yang menghubungkan kreator, bisnis, media, dan komunitas agar mampu menciptakan dampak ekonomi nyata.
Ekonomi kreator saat ini tidak lagi hanya berlangsung di ruang digital. Konten dapat menjadi jembatan untuk membangun komunitas, memperkenalkan destinasi, hingga menciptakan peluang ekonomi baru.
Melalui unit bisnis seperti FYC Agency, FYC Go, FYC Entertainment, FYC Digital, FYC News, FYC Pictures, dan FYC Fest, perusahaan berupaya mempertemukan kreator dengan berbagai peluang kolaborasi bersama brand maupun pelaku usaha.
Perwakilan FYC Fest Surabaya, Fabienne Nicole, menjelaskan festival ini menghadirkan berbagai program seperti FYCreator Academy, workshop, FYC Top Creator Talkshow, brand activation, hingga sesi business matching antara kreator dan berbagai merek.
Menurutnya, Surabaya dipilih sebagai kota pertama penyelenggaraan FYC Fest karena memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi kreatif dan digital.
“Ke depan, festival digital direncanakan hadir di berbagai kota di Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara,” ujar Fabienne. ji7
Top of Form
Bottom of Form

