Gresik, JatimInsight.Id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya penguatan literasi budaya yang berpadu dengan teknologi dan nilai-nilai religius melalui keberadaan Gresik Universal Science (GUS). Hal tersebut disampaikannya saat berkunjung ke pusat literasi digital edukatif religius tersebut, Rabu.
Khofifah menilai GUS mampu merepresentasikan kekayaan Gresik secara komprehensif, mulai dari aspek religi, sejarah, budaya, hingga kehidupan sosial masyarakat. Seluruh elemen tersebut dikemas melalui pendekatan teknologi digital yang modern dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan.
“Religi, heritage, kuliner, budaya, hingga mata pencaharian masyarakat semuanya tergambar di Gresik Universal Science,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Rabu (7/1).

Menurutnya, GUS tidak hanya menghadirkan sajian visual berbasis teknologi, tetapi juga mendorong budaya literasi yang menyeluruh dengan mengintegrasikan aktivitas membaca, mendengar, dan melihat dalam satu pengalaman edukatif bernuansa religius.
Ia menjelaskan, konsep peta interaktif yang diterapkan GUS membagi area eksplorasi ke dalam empat zona utama, yakni alam, religi, sejarah, dan rekreasi. Pembagian tersebut memungkinkan pengunjung menikmati alur literasi yang terstruktur, menarik, dan informatif.
Pada lantai pertama, pengunjung disuguhkan zona sejarah yang menampilkan perjalanan panjang Kabupaten Gresik secara digital, mulai dari dinamika perkembangan wilayah, kekayaan kuliner khas, hingga peta kebudayaan lokal yang dikemas secara modern.
Sementara di lantai dua, eksplorasi budaya disajikan melalui teknologi digital yang lebih imersif. Zona budaya lokal menghadirkan perpaduan visual dan audio yang membawa pengunjung merasakan atmosfer kebudayaan Gresik secara lebih mendalam.
Sejarah masuknya Islam di Gresik juga ditampilkan dengan pendekatan kekinian dan berdampingan dengan kesenian khas Damar Kurung. Karya seni tersebut disajikan dalam ruang reflektif bercermin yang memberi kesan artistik sekaligus kontemplatif.
Khofifah memberikan apresiasi khusus terhadap penataan ruang Damar Kurung yang dinilainya mampu menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan seni lukis karya almarhumah Masmundari.
“Penataannya sangat profesional. Kita bisa menikmati keindahan lukisan Damar Kurung, dan ke depan pasti akan terus berkembang seiring pesatnya pembaruan teknologi digital,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat Gedung GUS, mengingat potensinya yang besar sebagai rujukan bagi daerah lain dalam menampilkan sejarah dan identitas daerah dari masa ke masa.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan dukungan Gubernur Jawa Timur terhadap pengembangan GUS. Ia berharap GUS dapat menjadi destinasi wisata literasi digital yang edukatif, khususnya bagi anak-anak, dengan mendorong pengunjung menikmati setiap ruang secara mendalam sebelum beralih ke area berikutnya. JR3

