Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong memperkuat layanan ekspor melalui sistem angkutan multimoda dengan menggandeng PT Bintang Laut Platinum, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan OOCL Shipping. Kolaborasi ini melayani pengiriman barang ekspor dari Stasiun Semarang Tawang menuju Terminal Teluk Lamong, Surabaya.
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menjelaskan bahwa skema multimoda ini mengangkut komoditas industri asal Jawa Tengah untuk diekspor ke sejumlah negara di kawasan Asia.
“Melalui konsep multimoda, barang ekspor dari Semarang dikirim menggunakan kereta api menuju Stasiun Surabaya Benteng, lalu diteruskan dengan truk ke Terminal Teluk Lamong untuk proses pemuatan kapal,” ujar David dalam keterangan resminya, Senin (28/10).

Ia menuturkan, seluruh dokumen kepabeanan ekspor telah diselesaikan di KPPBC Tanjung Emas, dengan pengawasan KPPBC Tanjung Perak selama proses pemuatan di pelabuhan.
Menurut David, sistem multimoda terbukti lebih efisien dibandingkan pengangkutan konvensional yang seluruhnya menggunakan truk. Selain menghemat waktu dan biaya, mekanisme ini juga memudahkan proses administrasi dan pengurusan dokumen ekspor.
“Keuntungan lainnya, devisa hasil ekspor serta bea keluar tetap tercatat untuk daerah asal, sehingga berdampak positif bagi perekonomian lokal,” tambahnya.
David juga menekankan bahwa penggunaan kereta api dalam sistem ini dapat mengurangi beban lalu lintas jalan raya serta menurunkan emisi karbon dari kendaraan angkutan barang.
Sementara itu, Direktur Operasi PT Bintang Laut Platinum, Iko Sukma Handriadianto, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Logistik dan Multimoda DPW ALFI Jawa Timur, mengapresiasi sinergi antarlembaga tersebut.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa Pelabuhan Surabaya telah berperan sebagai hub port internasional yang mendukung integrasi transportasi dan penerapan single document antarwilayah maupun antarnegara,” ujarnya.

