Surabaya, JatimInsight.Id – Menyikapi insiden runtuhnya bangunan pondok pesantren di Sidoarjo, Pemerintah Kota Surabaya mengambil langkah antisipatif dengan menggandeng Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) untuk melakukan audit struktur bangunan pondok pesantren yang ada di wilayah Jawa Timur.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan, pihaknya bergerak cepat guna mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang. “Ini langkah preventif. Kami ingin memastikan seluruh pondok pesantren di Surabaya dan Jawa Timur memiliki struktur bangunan yang aman dan layak,” ujar Eri, Selasa (14/10).

Sebagai Ketua IKA ITS Jawa Timur, Eri menyebut telah mengoordinasikan langsung dengan pihak ITS untuk membentuk tim teknis gabungan yang akan terjun ke lapangan. “Rektor ITS juga merespons positif. Tim dari IKA ITS akan melakukan evaluasi kekuatan struktur bangunan pesantren secara menyeluruh,” tambahnya.
Langkah awal akan difokuskan pada audit teknis di Pondok Pesantren Al Khoziny, yang menjadi sorotan utama usai tragedi ambruknya bangunan terjadi. IKA ITS akan memberikan pendampingan teknis dalam hal perhitungan struktur dan aspek arsitektural bangunan pesantren tersebut.
“Kami ingin, siapa pun yang membangun pondok di masa depan, bisa mendapatkan dukungan dari tim kami dalam hal teknis, agar standar keamanannya benar-benar terpenuhi,” tegas Eri.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa inisiatif ini akan diawali dari Kota Surabaya, kemudian diperluas ke seluruh wilayah di Jawa Timur secara bertahap. Tim khusus akan dibentuk untuk menjalankan pemetaan dan audit ini secara sistematis.
“Surabaya jadi pilot project. Setelah itu, kami akan bergiliran mendatangi pondok-pondok pesantren di kabupaten/kota lain. Ini bentuk tanggung jawab moral kita bersama dalam menjaga keselamatan para santri dan pengasuh pesantren,” tandasnya.
Program ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, terutama karena melibatkan ahli dari institusi pendidikan tinggi dalam upaya menjamin keamanan infrastruktur keagamaan yang selama ini menjadi fondasi pendidikan di Indonesia. JI5

