1. PVMBG Imbau Wisatawan Bromo Jauhi Kawah Aktif Usai Erupsi

JATIMINSIGHT.ID – Gunung Api Bromo dilaporkan mengalami erupsi pada Kamis (5/11/2026) sore pukul 17.11 WIB. Letusan tersebut membumbungkan kolom abu vulkanik setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak kawah.

Atas kejadian ini, Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM mengimbau masyarakat, wisatawan, hingga pendaki untuk tidak mendekati kawah aktif dalam radius aman satu kilometer.

Petugas PVMBG Kementerian ESDM, Budi Marwanto, menjelaskan bahwa kolom abu vulkanik teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal yang tertiup angin ke arah barat.

“Terjadi erupsi Gunung Bromo pada pukul 17.11 WIB. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak,” ujar Budi Marwanto dalam keterangan resminya, Kamis (5/11/2026).

Terekam Seismograf dengan Amplitudo 23 mm
Selain pengamatan visual, aktivitas erupsi Gunung Bromo juga terekam jelas pada sistem pemantauan Seismograf milik PVMBG. Getaran erupsi tercatat memiliki amplitudo maksimum 23 milimeter dengan durasi letusan berlangsung selama 46 detik.

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter dan durasi 46 detik,” lanjut Budi.

Waspadai Potensi Letusan Freatik Susulan
Guna mengantisipasi bahaya letusan dan potensi jatuhan abu, PVMBG mengeluarkan rekomendasi keselamatan resmi bagi warga lokal maupun wisatawan yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

“Kami mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Bromo, termasuk pengunjung dan wisatawan, tidak memasuki kawasan dalam radius satu kilometer dari kawah aktif,” tegas Budi.

Selain erupsi magmatik, PVMBG mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai potensi terjadinya letusan freatik. Jenis letusan ini dinilai sangat berbahaya karena dapat terjadi secara mendadak tanpa menunjukkan gejala vulkanik yang jelas sebelumnya.

“Letusan freatik dapat terjadi secara tiba-tiba dan tanpa didahului gejala-gejala vulkanik yang jelas,” imbaunya.

PVMBG meminta pengunjung dan pengelola wisata untuk terus mematuhi rekomendasi keselamatan resmi guna mencegah risiko bahaya akibat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Bromo. (HXP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *