The Art of Coffee, Seni di Balik Secangkir Kopi di Aston Madiun

Madiun, JatimInsight.Id – Budaya ngopi di Madiun telah melampaui sekadar gaya hidup. Kini, menjadi ruang kreativitas dan produktivitas bagi generasi muda hingga profesional.

Merespons tingginya antusiasme masyarakat terhadap industry perkopian, Aston Madiun Hotel & Conference Center berkolaborasi dengan Javabica menggelar workshop edukatif bertajuk The Art of Coffee, Selasa (29/9) di Bima Ballroom.

Dipandu langsung oleh Corporate Barista Trainer East Indonesia, Liem dari Javabica, acara yang didukung oleh Greenfields ini dihadiri oleh 130 peserta dari berbagai lembaga pendidikan ternama. Di antaranya NCL Madiun, SMKN 2 Ponorogo, SMKN Poncol Magetan, HTC Madiun, dan MAN 1 Takeran.

“Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat. Melihat antusiasme para peserta, kami turut senang. Bima Ballroom kami siapkan agar dapat mengakomodasi beragam kebutuhan acara, baik yang bersifat formal maupun yang lebih santai. Kami mengucapkan terima kasih kepada Javabica dan Liem atas ilmu yang telah dibagikan,” ujar General Manager Aston Madiun Danie R.Lapod, Selasa (29/9).

Di Madiun, kedai kopi terus bertambah dan budaya ngopi makin lekat dengan keseharian. Dari anak muda yang mengerjakan tugas sampai para pekerja yang menyelesaikan urusannya. Bagi banyak orang, kopi adalah teman ngobrol di kafe sekaligus booster. Namun, tidak banyak kesempatan untuk melihat langsung bagaimana secangkir kopi diracik dan disajikan dengan baik.

Lewat The Art of Coffee, Aston Madiun mengajak para pencinta kopi mengenal minuman favorit mereka dari sisi yang lebih dekat. Sebagai kolaborator utama, Javabica membawa semangat muda dan komitmen tinggi untuk mendukung pertumbuhan industri kopi lokal dengan mengedukasi generasi penerus.

Lewat kehadiran Corporate Barista Trainer Liem, Javabica tidak hanya membagikan teknik racikan kopi berkualitas unggul, tetapi juga menularkan inspirasi, wawasan bisnis, serta kreativitas kepada para peserta agar siap berkarya dan bersaing secara profesional di industri yang terus berkembang pesat.

Tak sekadar praktik, para peserta diajak merunut kembali asal-usul kopi. Mulai dari sejarah penemuannya di dataran tinggi Ethiopia hingga transformasinya menjadi komoditas global dan budaya gaya hidup modern saat ini. Selain sejarahnya, Liem juga membedah kunci dasar yang wajib dipahami setiap calon barista, yakni cara membedakan biji kopi Robusta dan Arabica.

Kopi Robusta yang memiliki kadar kafein yang lebih tinggi, serta profil rasa (flavor profile) yang cenderung mantap (heavy body), pahit seperti cokelat hitam, dan beraroma kacang-kacangan (nutty). Sedangkan kopi Arabica memiliki kadar kafein lebih rendah, serta variasi rasa yang lebih kaya dengan tingkat keasaman (acidity) yang segar dan aroma floral serta buah-buahan (fruity).(rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *