Surabaya, JatimInsight.Id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Lutfil Hakim mengapresiasi langkah yang dilakukan BPOM Surabaya dengan mengadakan gathering bersama media. Hal ini penting karena BPOM merupakan Lembaga publik dimana informasinya dibutuhkan masyarakat.
Dia mengatakan bahwa BPOM merupakan salah satu Lembaga publik yang paling aktif membangun informasi publik. Bahkan beberapa kali meraih penghargaan karena sangat aktif dan terbuka memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
“Ini luar biasa. Kita apresiasi niat baik BPOM Surabaya mengadakan gathering dengan media. Sehingga media punya pengetahuan yang lebih luas tentang peran dan tugas BPOM,” ujar Lutfil disela acara media gathering bertajuk, “Sinergi Cerdas BPOM dan PWI: Dari Pewartaan Menggugah, Mewujudkan Obat dan Makanan Aman,Bermutu dan Berdaya Saing” di Kantor BPOM Surabaya, Kamis (6/8).

Dikatakan, tugas BPOM sangat banyak dan berat mulai membuat regulasi dan mengawasi. Tidak hanya disitu, perkembangan industri obat dan makanan juga terus berkembang. Selain menyangkut proses produksi, standarisasi hingga dosis itu semua terus dipantau BPOM.
Demikian juga dengan produk kosmetik yang sekarang semakin berkembang baik produk lokal maupun impor. Selain itu juga adalah produk-produk supplement kesehatan dan produk herbal yang jumlahnya juga tidak sedikit. Hal ini membutuhkan perhatian ekstra dari BPOM untuk mengawasinya. Misalnya, mulai izin klinis, bahan bakunya, izin edarnya.
“Itu semua terus dipantau BPOM. Tugas BPOM sangat luar biasa. Sementara di Jatim kantor perwakilan BPOM hanya ada di empat kota,” tambah dia.
Dia membandingkan BPOM Indonesia dengan Lembaga serupa di Singapura dan Malaysia. Di Indonesia, BPOM memiliki 11 item tugas yang harus dilakukan. Sementara di Singapura, Lembaga serupa hanya ada 3 item tugasnya. Sedangkan di Malaysia ada 7 item.
Itu belum bicara jumlah penduduknya. Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 270 juta jiwa. Sedangkan Singapura hanya memiliki jumlah penduduk sekitar 6,1 juta jiwa. Malaysia sekitar 34,4 juta jiwa.
Dari sini bisa dibayangkan betapa beratnya tugas BPOM dalam mengawal dan mengawasai berbagai produk yang diproduksi dan beredar yang aman dikonsumsi dan dipakai masyarakat Indonesia mulai dari makanan dan minuman, obat-obatan dan herbal, kosmetika dan lainnya.
Ditambah lagi sekarang adanya e-commerce. Ada jutaan produk yang dipasarkan melalui market place setiap hari. Itu semua perlu pengawasan ekstra dari BPOM agar produk terjamin keamananya bagi masyarakat.
“Sekali lagi BPOM bisa menyampaikan apa saja yang sudah dan akan dilakukan. Mudah-mudahan dengan gathering ini bisa menambah wawasan media. Tidak hanya menyampaikan berita namun juga ada keberpihakan karena menyangkut banyak orang,” ungkap dia.
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Surabaya, Yudi Noviandi, mengatakan, pihaknya berterimakasih dengan adanya kegiatan media gathering ini. Sebab, kini kanal untuk menyampaikan berbagai informasi terkait kegiatan dan tugas BPOM semakin terbuka.
Tantangan yang dihadapi kedepan juga akan semakin kompleks baik menyangkut bahan baku, produksi, peredaran serta kualitas produk. Namun semua itu harus dihadapi. Dengan adanya kanal ini, pihaknya bisa menggali banyak aspek atas kinerja BPOM dan tentu kritik-kritik membangun yang diperlukan dari media.
“Harapanya, dengan adanya kegiatan ini, komunikasi kedepan akan lebih lancar. Kalau ada isu-isu bisa tersampaikan lebih awal. Kami sampaikan terimakasih atas kegiatan yang bermanfaat ini,” ucap Yudi. ji1/lip

