Sekitar 2.000 Pelari Ikuti Trail Run Perdana di Hutan Mangrove

Surabaya, JatimInsight.Id – Pemkot Surabaya bersama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menggelar SIER Mangrove Eco Run 3.0 di Kebun Raya Mangrove (KRM) Surabaya, Minggu (26/7). Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya.

Ajang kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Surabaya ini diikuti sekitar 2.000 peserta, meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.  Tahun ini, Mangrove Eco Run 3.0 menghadirkan inovasi melalui kategori Trail Run 5K yang untuk pertama kalinya digelar di Surabaya.

Berbeda dengan Fun Run 3K, kategori ini mengajak peserta menyusuri lintasan alami yang melintasi pematang tambak dan kawasan hutan mangrove, menghadirkan pengalaman berlari yang berbeda dari event lari pada umumnya.

Kepala Brida Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji mengatakan, kategori baru tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.  “Alhamdulillah, sekitar 2.000 peserta hadir mengikuti kegiatan ini. Untuk kategori Trail Run yang baru pertama kali digelar, respon masyarakat sangat positif. Lebih dari 500 peserta langsung berpartisipasi di kategori tersebut,” kata Agus.

Selain ajang olahraga, Mangrove Eco Run 3.0 juga menghadirkan festival riset yang mempertemukan inovator muda dengan dunia industri. Sebanyak 78 periset memamerkan hasil inovasinya. Sekitar 65 persen berasal dari perguruan tinggi, sedangkan sisanya merupakan peneliti muda dari sekolah, termasuk binaan Tunas Hijau dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama PT SIER Rizka Syafittri Siregar mengatakan, penyelenggaraan SIER Mangrove Eco Run 3.0 merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-52 PT SIER sekaligus bentuk dukungan perusahaan terhadap upaya pelestarian lingkungan yang diinisiasi Pemkot Surabaya melalui Brida.

“Ekosistem lingkungan menjadi hal yang sangat penting bagi kawasan industri seperti SIER karena aktivitas industri tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan. Karena itu, kami melihat kegiatan ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Rizka.(rda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *